Caption foto : Bangunan sekolah yang terlihat memprihatinkan di SDN Karangantu ,Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (30/9/2020). Foto : Istimewa

SERANG, SSC – Kondisi sejumlah ruang kelas di SD Negeri Karangantu, Kota Serang, ironis. Atap ruang kelas di sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Kasemen ini dalam kondisi membahayakan karena nyaris roboh.

Kondisi sekolah tanpa aktivitas kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 ini sampai ke telinga Wakil Walikota Serang, Subari Ushuludin. Orang nomor dua di Kota Serang ini turun langsung ke lapangan melihat kondisi sekolah.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, terlihat plafon di dua ruang kelas sudah lepas. Selain plafon, keramik lantai pun sudah banyak yang terlepas. Ruang kelas yang tidak terpakai ini tampak dijadikan  gudang barang. Baik bangku dan meja yang rusak.

Baca juga  Gawat! Ruang Isolasi Pasien Corona di Trans Hotel Cilegon Overload.

Kepala Sekolah SDN Karangantu, Yuyun Herliani mengatakan, kedua ruang kelas yang rusak tersebut sudah terjadi selama kurang lebih satu tahun.

“Daerah (ruangan yang hampir roboh) sudah tidak digunakan ,” papar Yuyun sembari menyebut jumlah siswa sebanyak 550 orang, Rabu (30/9/2020).

Ia mengaku belum mengambil langkah lebih lanjut karena baru menjabat sebagai Kepala Sekolah sekitar 4 bulan lalu.

Meskipun dalam kondisi pandemi tidak berkegiatan belajar mengajar, pihaknya khawatir jika kondisi bangunan dibiarkan maka akan membahayakan.

Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin mengungkapkan, jika bangunan tidak cepat tangani maka akan sangat berbahaya.

“Maka saya tegaskan, bongkar, ini berbahaya,” ungkap Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin.

Baca juga  Lahan Kuburan di Cilegon Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien COVID-19

Bukan hanya itu,vkondisi membahayakan juga bisa menimpa warga karena antara bangunan dengan bahu jalan, jaraknya sangat dekat.

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, pihaknya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SDN Karangantu untuk cepat menindaklanjutinya.

“Kalaupun tidak dibongkar, supaya (SDN Karangantu) aman digunakan, baiknya diapakan?” tanyanya.

“Ada proses-proses, nggak ujuk-ujuk langsung (di bongkar). Hanya saja, saya tekankan supaya SD Karangantu layak digunakan, lebih baik di bongkar,” pungkasnya. (SSC-03/Red)