CILEGON, SSC – Produk-produk UMKM Kota Cilegon khususnya produk kuliner dinilai sudah banyak yang naik kelas. Hanya saja, produk kuliner masih perlu gencar untuk terus dipromosikan.
Hal ini diungkapkan, Istri Wakil Walikota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati saat meninjau stand kuliner dalam agendanya Festival Golok Day di Alun-alun Cilegon, Sabtu (15/11/2025).
“Kebanyakan disini sudah naik kelas cuman belum banyak dikenal,” ujar Nur Kusuma Ngarasati.
“Kuliner disini luar biasa, enak-enak sekali. Contoh beli pada aplikasi online, ratingnya 4,5, 4,8 keatas, itu enak-enak banget cuman kurang promosinya,” sambungnya.
Nur Kusuma Ngarasati yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon menjelaskan, kualitas produk UMKM lokal sudah layak disebut naik kelas dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Ia juga mengungkapkan, potensi UMKM di Cilegon sangat besar,. Namun belum sepenuhnya dioptimalkan terutama dari sisi branding dan pemasaran digital. Kemudian dinas terkait di pemerintahan Kota Cilegon juga dinilai belum optimal untuk gencar mempromosikan UMKM kuliner.
“Belum 100 persen, ini harus didorong terus. Sebagai orang-orang di pemerintahan harus terus mendorong dan membantu semua yang UMKM,” terang wanita disapa Raras itu.
Diakui Raras, separuh UMKM sudah didorong untuk mengurus sejumlah persyaratan perizinan termasuk pengurusan sertifikat halal. Namun bersamaan dengan itu promosi juga perlu digencarkan.
“Kalau saya bilang masih 50 persen. Padahal banyak sekali yang enak, dan kualitasnya enggak main-main, cuma kurang dikenal,” ujarnya.
Ia menilai, banyak pelaku UMKM belum memiliki strategi promosi yang baik, bahkan belum memanfaatkan media sosial secara efektif.
“Brandingnya masih kurang, masih perlu harus belajar dari influencer, belajar membranding produk. Apalagi kalau sudah jual nama itu seharusnya lebih gampang,” tuturnya.
Sehingga, masih kata Raras, dalam upaya pendorongan kualitas UMKM. Dirinya juga berupaya ikut mendorong promosi UMKM, salah satunya dengan membeli dan memperkenalkan kuliner lokal setiap menghadiri kegiatan.
“Saya mencoba banyak ngajak orang, berusaha setiap agenda banyak jajan supaya masyarakat pada tahu kalau kuliner di sini luar biasa enak-enak sekali,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mendorong pemilik UMKM terlibat aktif dalam promosi. Karena menurutnya, owner jauh bisa memahami produk yang diperjual-belikan.
“Bikin gimana dikemas semenarik mungkin. Kita harus mengajak owner-owner promosi, karena mereka yang paham produk itu dan untuk nyoba promosi pertama harus suka dulu,” pungkasnya. (Ronald/Red)





