20.1 C
New York
Kamis, April 23, 2026
BerandaPeristiwaIsu Sekda Digeser, Guru Besar Untirta Minta Walikota Cilegon Pertimbangkan Kebijaksanaan Strategis...

Isu Sekda Digeser, Guru Besar Untirta Minta Walikota Cilegon Pertimbangkan Kebijaksanaan Strategis bukan Kebijakan

-

CILEGON, SSC – Isu Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon bakal digeser, deras diperbincangkan di kalangan pejabat Pemkot Cilegon. Pasalnya, jabatan Sekda bakal digeser dengan diikutsertakan Maman Mauludin dalam uji kompetensi wawancara oleh Panitia Seleksi (Pansel) Rotasi Mutasi Pejabat Eselon II.

Mengenai hal ini, Guru Besar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Prof Dr Swaib Amiruddin memberi kometar. Swaib mengatakan, jabatan Maman Mauludin sebagai Sekda sampai saat ini sudah 4 tahun 4 bulan. Jabatan tersisa 8 bulan, sebelum pensiun. Menurut Swaib, kepala daerah Kota Cilegon dalam kondisi itu dapat mempertimbangkan kebijaksanaan strategis ketimbang kebijakan birokrasi.

“Harus tetap saja dulu, ini 8 bulan kan persiapan pensiun. Jadi menurut saya, supaya Walikota dan Wakil Walikota mengambil satu kebijaksanaan yang strategis, bukan kebijakan, untuk melanjutkan Pak Sekda ini sampai beliau pensiun, diberhentikan oleh negara,” ujarnya Swaib kepada Selatsunda.com, Rabu (17/9/2025).

Swaib menyatakan, masukan terkait kebijaksanaan strategis itu dengan mempertimbangkan masa pengabdian Sekda Maman. Mulai saat menjadi PNS hingga menjabat Sekda.

“Jadi harusnya Pak Walikota mengambil kebijaksanaan strategi. Kebijaksanaan ini harus melihat Sekda ini pernah mengabdi selama ini. Menurut saya, penghargaan yang diberikan, yach diserahkan saja sampai beliau pensiun, itu menurut hemat saya. Karena itu penghargaan tertinggi birokrasi yang sudah bekerja selama ini,” ungkapnya.

“Dan juga sebagai pembina birokrasi, dia kan jalan dengan baik selama ini,” sambungnya.

Dosen Sosiolog Untirta ini mengungkapkan kembali, agar ada kebijaksanaan strategis itu dapat dipertimbangkan bukan mengambil suatu kebijakan. Karena dalam pendekatan sosiologis, kebijaksanaan itu lebih melihat sisi kemanusiaan. Terlepas bilamana terdapat kekurangan dalam tugas Maman sebagai Sekda, kata Swaib, Walikota jangan membawa ke ranah politis.

“Ada kebijaksanaan bukan kebijakan. Ada namanya dalam pendekatan sosiologis itu, ada kebijaksanaan itu lebih dilihat kemanusiaannya. Apalagi beliau mau pensiun, sudah bekerja keras selama ini, sudah solid dengan birokrasi yang ada. Terlepas dengan berbagai kekurangannya, Pak walikota ini, jangan membawa ke arah politik praktis. Tetapi bisa ke arah kemanusiaannya,” ucapnya.

Pengambilan kebijaksanaan strategi itu, lanjut Swaib, lumrah terjadi di birokraksi. Lagi pula menurutnya, Sekda tidak terdapat pelanggaran. Justru sebaliknya mungkin berilah keleluasaan kepada Sekda untuk menyelesaikan tugas hingga pensiun.

“Itu (kebijksanaan strategis) lumrah. Kan dalam kehidupan birokrasi, ada kebijakan dan kebijaksanaan. Kalau kebijakan itu lebih ke tata aturan, itu jelas. Lagi pula Pak Sekda tidak ada pelanggaran harus diberhentikan. Ini kan tinggal 8 bulan. Mungkin dimenit terakhir beliau, Pak Sekda akan bekerja keras,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Sekda Maman dengan mengikuti uji kompetensi wawancara diduga kursi sekda akan dikosongkan lalu diganti, Swaib tidak mengendus aroma itu. Mungkin menurutnya, Maman diwawancara bukan untuk diberhentikan tetapi justru untuk penguatan komitmen sebagai Sekda.

“Sampai sekarang saya belum membaca aromanya kesitu. Mungkin Pak Sekda diwawancara hari ini, menurut saya, bukan karena beliau akan diberhentikan jadi Sekda. saya membacanya, jangan-jangan beliau ini untuk penguatan komitmen lagi untuk duduk di Sekda,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.