20.1 C
New York
Rabu, Mei 20, 2026
BerandaPeristiwaJadi Atensi di Musrenbang, Daerah Kumuh dan PKL Nakal di Kecamatan Serang...

Jadi Atensi di Musrenbang, Daerah Kumuh dan PKL Nakal di Kecamatan Serang Diminta Dibereskan

-

SERANG, SSC – Masih adanya kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Serang menjadi atensi serius yang disikapi Walikota Serang, Syafrudin. Hal ini disampaikannya ketika menghadiri kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (20/1/2021).

Dimintanya kepada Camat Serang, Tb Yassin untuk segera membereskan masalah tersebut agar tuntas di tahun 2022 mendatang.

“Di Kecamatan Serang masih ada daerah kumuh yang harus diselesaikan, sebab Kecamatan Serang-kan ibu kota dari Kota Serang,” katanya kepada awak media.

Ia menjelaskan, ada beberapa daerah yang menjadi kawasan kumuh. Diantaranya Wilayah Cilameh, Domba, Cikepuh, dan Kaligandu. Kekumuhan di daerah-daerah tersebut harus diselesaikan karena kerap langganan banjir.

“Jangan sampai hujan sedikit saja banjir, jadi itu harus jadi prioritas Camat Serang (tahun 2022),” pintanya.

Selain kekumuha, Syafrudin juga menyinggung masalah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sembarangan seperti di Pasar Rau, Pasar Lama, dan Stadion Maulana Yusuf. Ia pun meminta agar PKL ditata kembali.

Seluruh aspirasi masyarakat ini, kata dia, diharapkan dapat ditampung dan menjadi prioritas program mendesak Pemerintah Kota Serang pada tahun 2022 mendatang.

“Musrenbang agenda tahunan yang kita laksanakan, dari Kota, Kecamatan, Kelurahan harus ada program kerja. Jadi tahun 2022 tinggal pelaksanaan, program sudah jelas,” jelasnya.

Sementara, Camat Serang, Tb Yassin mengakui, masih ada beberapa wilayah yang sering terjadi banjir akibat daerah yang kumuh seperti di daerah Cakung dan Pasar Rau. Pada tahun ini, katanya, Kecamatan Serang dibantu musyawarah pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Koramil mengantisipasi adanya penumpukan sampah kembali.

“Insya Allah tidak tergenang beberapa jam. Kalo beberapa menit pasti ada karena ada sumbatan di ujung-ujungnya yang harus dibenahi,” jelasnya.

Mengenai PKL baik di Pasar Rau, Pasar Lama, dan Stadion Maulana Yusuf memang belum tertata dengan baik. Seperti contohnya pedagang kelapa di Pasar Lama enggan direlokasi ke Pasar Pandean karena sepi pembeli. Begitupun pembeli belum terbiasa datang ke pPsar Kepandean.

“Misal dugan (kelapa muda) biasa di Pasar Lama, kalau dipindah ke Pasar Kepandean pembeli pasti tetap akan mencari (ketika hendak membeli dugan),” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyambungkan aspirasi atau keinginan masyarakat.

“Maka arahan pak Wali, ingin menata Kota Serang agar tertib. Iya kita teruskan (aspirasi) ke OPD yang bersangkutan,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2