20.1 C
New York
Jumat, Mei 15, 2026
BerandaMaritimJelang Natal 2020, Kendaraan Pribadi Terpantau Padati Pelabuhan Merak

Jelang Natal 2020, Kendaraan Pribadi Terpantau Padati Pelabuhan Merak

-

CILEGON, SSC – Arus kendaraan pribadi yang menyeberang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon pada satu hari sebelum (H-1) Hari Natal terpantau padat, Kamis (24/12/2020) dini hari. Kendaraan terlihat memenuhi kantong parkir di sejumlah dermaga.

Salah seorang penumpang kendaraan, Setia mengaku memanfaatkan momentum Libur Natal untuk pulang ke kampung halamannya di Lampung. Ia mengaku jika pulang mendekati pergantian akhir tahun dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

“Milihnya pulang di libur (Hari Natal) ini, mau tahun baruan dengan keluarga di Lampung. Kalau dekat tahun baru, takutnya macet,” ujarnya.

Ia mengaku, baru tahun ini pulang ke kampung halamannya di mana tahun lalu hanya merayakan tahun baru di Jakarta. Selain ingin bersilaturahmi, ia bersama keluarga juga ingin menjenguk orangtua yang sakit.

“Tahun lalu di Jakarta saja. Mau tahun baruan dan jenguk orangtua sakit,” pungkasnya.

Sementara, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspita mengatakan, puncak arus penumpang di Pelabuhan Merak pada Libur Hari Natal 2020 diprediksi terjadi dua kali. Puncak pertama terjadi pada Sabtu (19/12/2020) lalu dan puncak kedua pada Malam, Rabu (23/12/2020) hingga Hari ini.

“Kami menduganya tanggal 19 Desember adalah yang tertinggi. Tapi kami juga memperkirakan malam Rabu hingga Kamis meningkat lagi. Tapi rasanya, tidak setinggi tanggal 19 kemarin,” ungkapnya saat di Kantor ASDP Merak, Kota Cilegon.

Ia memprediksi, puncak pada pekan lalu terjadi karena banyak yang ingin pulang ke kampung halaman lebih awal.

“Kayaknya, orang sudah ambil start dari awal ya. Dugaan kami,” tuturnya.

Mengenai upaya antisipasi antrean kendaraan agar tidak kembali terjadi seperti di puncak pertama pekan lalu telah dilakukan pihaknya. Kala itu memang selain karena faktor cuaca, kemacetan terjadi karena terganggunya sistem tiket penumpang khususnya tiket habis masa berlaku (expired).

Saat ini, sistem ticketing sudah diperbaiki. Bila pada puncak Libur Natal kedua ini masih ada ditemukan tiket expired maka penumpang akan diberi toleransi.

“Ada toleransi tetapi berdasarkan di lapangan. Kalau kemarin itu, dari segi strict bussiness, sebenarnya yang expired yach expired. Sama dengan di penerbangan. Tapi kita memahami, ini masih transisi, ada keadaan force major, maka kita beri toleransi,” terangnya.

Pihaknya memohon, agar tiket tidak expired, penumpang diharapkan datang tepat waktu. Hal ini diminta dapat dipahami supaya sistem pelayanan berjalan baik.

“Satu hal yach, yang kita mohonkan, pemahamannya juga, kalau ada yang expired, ada perlakuan yang berbeda. Kita tetap menomor satukan orang yang on time.
Kemudian nanti kalau ada slot, dimungkinkan maka yang (tiket) expired secara gradual kita naikan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2