20.1 C
New York
Minggu, April 19, 2026
BerandaPemerintahanKaryawan Industri di Cilegon Masih Banyak Belum Divaksinasi Covid-19

Karyawan Industri di Cilegon Masih Banyak Belum Divaksinasi Covid-19

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon melakukan rapat koordinasi dengan industri-industri di Cilegon. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah kasus Covid-19 yang belakangan mengalami kenaikan signifikan. Begitupun, rapat digelar seiring upaya meningkatkan penurunan mobilitas pergerakan masyarakat di Cilegon dimasa PPKM Darurat.

Dalam rapat yang dilaksanakan secara daring dipimpin oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian pada Kamis (15/7/2021) terungkap masih banyak karyawan industri yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19.

Walikota Helldy menyatakan, banyak industri yang belum melaksanakan vaksinasi karena pengajuannya masih berproses.

“Mereka (karyawan) itu kan menggunakan vaksinasi gotong royong. Kalau vaksinasi gotong royong itu kan harus mengajukan dulu ke Kadin (Kamar Dagang Indonesia) setelah itu Kadin mengajukan ke pusat. Tapi dari pusat belum turun pengajuannya,” kata Helldy kepada awak media,” Kamis (15/7/2021).

Orang nomor satu di Kota Cilegon ini pun meminta agar perusahaan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon untuk mendaftarkan para karyawannya bisa segera divaksinasi.

“Saya minta agar perusahan tersebut segera melaporkan ke Dinas Kesehatan Cilegon untuk mendaftarkan karyawannya yang belum melakukan vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Mengenai pembatasan mobilitas pada industri yang masuk sektor kritikal, memang secara aturan industri dibolehkan work from office (WFO) 100 persen. Namun saat ini sudah banyak menerapkan karyawan work from home (WFH) 50 persen. Upaya itu, menurut Helldy, sudah baik.

Namun untuk membatasi mobilitas dan membedakan mana kegiatan esensial, non esensial dan kritikal dalam pelaksanaan PPKM Darurat, pihaknya akan melakukan pengawasan dengan memberi tanda stiker pada kendaraan perusahaan/industri. Termasuk satu diantaranya stiker akan ditempel pada bus-bus karyawan.

“Nanti kita akan membuat stiker. Untuk membedakan, di bus yang dipakai, bisa gantian antara (tanda stiker) kuning dan hijau. Kalau yang hijau itu untuk yang kritikal,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan tak menepis masih banyak karyawan perusahaan di Kota Cilegon masih belum melakukan vaksinasi covid-19.

“Jadi memang para karyawan perusahan ini menggunakan vaksinasi gotong royong dari perusahan mereka sendiri. Namun, hingga saat ini saja belum ada vaksinasi tersebut. Tapi pada prinsipnya, kami mempersilahkan perusahan silahkan daftar ke kami (Dinkes Cilegon) untuk di vaksin. Kami hanya tinggal menunggu permohonan aja dari mereka (perusahaan). Jika vaksin habis, kita tinggal ajukan lagi ke Dinkes Provinsi Banten,” papar Dana. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen