Satuan Tugas Pennanganan Covid-19 Kota Serang, saat melangsungkan konferensi pers usai rapat koordinasi, di Puspemkot Serang, Selasa (26/1/2021). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Kota Serang dilaporkan naik status dari zona orange menjadi zona merah. Hal ini disebabkan naiknya kasus Covid-19 setiap pekannya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang tanggal (25/1/2021), jumlah kontak erat (KE) sebanyak 5.096 kasus, kasus suspek (KS) sebanyak 1.247, dan kasus probable (KP) sebanyak 1 kasus.

“Berbagai klaster muncul salah satu yang membuat Kota Serang menjadi zona merah, karena ada sebaran itu membuat sedikit tidak terkendali,” kata Kepala Dinkes Kota Serang, M. Ikbal kepada awak media usai rapat koordinasi satuan tugas di Puspemkot Serang, Selasa (26/1/2021).

Ia menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes PCR.

“Tadinya tidak terkonfirmasi positif, setelah diperiksa ternyata mereka positif meski tanpa gejala (OTG), ya salah satu yang membuat Kota Serang menjadi zona merah, karena ada sebaran itu kasus,” ujarnya.

Untuk mengatasi peningkatan tersebut, Pemkot Serang rencananya akan mempercepat penggunaan rumah singgah Margaluyu sebagai tempat isolasi pasien tanpa gejala. Kemudian juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi guna meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca juga  1,5 Tahun Corona, Belasan Ribu Karyawan di Kabupaten Serang Kena PHK dan Dirumahkan

“Sekarang ini Kota Serang Baru 36,5 persen melakukan vaksinasi kepada nakes, masih berjalan. Mudah-mudahan di awal Februari sudah selesai semua untuk nakes jadi bisa dilakukan kepada kepala daerah dan lainnya,” sambungnya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin membenarkan adanya lonjakan kasus Covid-19 diluar prediksi pihaknya.

Padahal Pemkot Serang telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 440/31/Satgas atas tindak lanjut Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dikeluarkan SE itu mulanya sebagai langkah Pemkot Serang dalam mengimbangi kebijakan Pemerintah Pusat dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, Nanang mengelak jika dikeluarkannya SE tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

“Bukan tidak efektif, lonjakan ini kan kadang kala tidak terprediksi,” ujarnya.

Baca juga  Tempat Isolasi di Cilegon Penuh, Pemkot Bakal Tambah Satu Hotel Tampung Pasien Corona

Pihaknya pun akan melakukan kajian ulang terhadap kebijakan yang telah di keluarkan oleh Pemkot Serang. Adapun jika diperlukan untuk membuat surat edaran baru maka akan dipilah kebijakan mana yang harus dibuat.

Diantaranya, Pemkot Serang akan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dengan memberlakukan jam operasional di tempat-tempat rawan terjadi kerumuman seperti mall, kafe, tempat wisata, tempat hiburan, tempat ibadah dan perkantoran dengan membatasi pengunjung sebanyak 75 persen hingga 50 persen dari kapasitas gedung. Sementara untuk tempat kesehatan seperti puskemas dan rumah sakit akan menyesuaikan.

Nanang pun meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk dapat mengawasi titik-titik berkerumun masyarakat. Hal ini guna menekan sebaran kasus covid-19 di Kota Serang.

“Hampir setiap malam Satpol PP melakukan tindakan di tempat hiburan (penertiban). Tentu ini perlu antisipasi permintaan Walikota dan Wakil Walikota untuk menemukan langkah khusus akibat perubahan status,” tandasnya. (SSC-03/Red)