CILEGON, SSC – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon telah memiliki 1 mesin Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat ini diklaim mampu memeriksa 98 sampel material genetic virus corona dalam sehari.
Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, alat PCR ini didapat dari bantuan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Dengan harapan, dengan alat PCR ini mampu memudahkan masyarakat Kota Cilegon untuk tidak menggeluarkan uang untuk melakukan test PCR ke RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika), RS Krakatau Medika atau rumah sakit swata di Jakarta.
“Intinya untuk memudahkan masyarakat Cilegon aja tanpa harus ke rumah sakit lain. Lagian, rumah sakit kita (Cilegon) sudah ada kok, jauh lebih murah dibandingkan dengan yang lain,” kata Edi kepada awak media ditemui usai memantau suntik vaksinasi di RSUD Cilegon,” Selasa (26/1/2021).
Edi menjelaskan, untuk biaya tarif PCR di RSUD Cilegon tidak terlalu mahal dengan biaya di rumah sakit lainya.
“Enggak mahal-mahal lah. Di sini (RSUD Cilegon,red) hanya Rp 900 ribu atau bisa jadi dibawah harga Rp 900 ribu,” jelas Edi.
Sementar itu, Kepala Kabid Penunjang Pelayanan RSUD Cilegon Elin Ratu Robiatul memaparkan, dalam per hari alat ini mampu memeriksa sebanyak 98 sampel setiap harinya.
“Jadi setiap harinya alat PCR di sini (RSUD Cilegon) bisa memeriksa 98 sampel virus corona,” ujar Elin.
Elin menjelaskan, PCR ini akan bisa digunakan usai pihaknya mengantongi izin rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.
“Kalau izin dari Dinkes Provinsi Banten sudah keluar barulah alat ini bisa digunakan. Semoga saja izin rekomendasi dari Dinkes Provinsi Banten cepat keluar,” jelasnya.
Elin mengungkapkan, harga pemeriksaan PCR di RSUD akan mengikuti dari Kemenkes RI. Sebab, dalam aturan, semua rumah sakit dilarang untuk menaikan harga PCR.
“Insa Allah di kita (RSUD Cilegon) dibawah Rp 900 ribu,” ungkapnya.
Masih kata Elin, penetapan harga PCR ini akan diatur dalam Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon tentang biaya tarid pelayanan rumah sakit.
“Kemungkinan akan diatur dalam perwal kalau kaitanya tentang tarif rumahb sakit termasuk taruf harga PCR itu sendiri,” pungkasnya. (Ully/Red)

