SERANG, SSC – Kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita di Kota Serang setiap tahunnya meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, jumlah kasus stunting selama 2018 sebanyak 2.543 anak. Pada 2019, kasus tercatat meningkat menjadi 2.566 anak atau naik sekitar 5,8 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Serang, Lenny Suryani mengatakan, meski setiap tahunnya kasus stunting di Kota Serang naik namun pihaknya optimis jumlah kasus pada 2020 diperkirakan menurun.
“Meski kami (Dinkes Kota Serang) belum dapat data resmi dari Puskesmas se-Kota Seranf, kami optimis di 2020 kasus stunting menurun. Intinya, kami masih menunggu hasil pendataan dari semua puskesmas terhadap kasus ini,” kata Lenny kepada Selatsunda.com di temui di kantornya, Rabu (5/8/2020).
Sejauh ini, kata dia, kasus terbanyak di Kota Serang terdapat di wilayah Kecamatan Kasemen. Meski demikian, Dinkes tetap berupaya menekan angka stunting dengan cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Meski posyandu ditutup sementara karena Covid-19, tapi intervensi untuk anak dengan gizi buruk tetap dilakukan. Caranya dengan kunjungan ke rumah untuk memberi PMT,” tuturnya.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi kasus stunting pada balita. Diantaranya karena faktor kesehatan lingkungan, pola asuh orang tua yang kurang serta masalah ekonomi.
Pihaknya agar penanganan maksimal meminta ada kerjasama dari OPD lain. Seperti kepada DPRKP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) diharapkan dapat menyediakan jambanisasi di lingkungan rumah warga. Serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa menyelesaikan persoalan sampah.
“Faktor lingkungan yang menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya shunting dan gizi buruk terhadap ibu dan bayi. Rutin emang beri makanan pendamping Asi (MP-Asi), tapi akan jadi hal yang percuma, apabila kesehatan lingkungan tidak diperhatikan. Makanya angka stunting dan gizi buruk akan tetap mengalami peningkatan,” paparnya.
Sementara Walikota Serang Syafrudin meminta kepada dinas terkait untuk dapat menekan tingginya kasus stunting di Kota Serang.
“Mudah-mudahan di era new normal, kasus stunting di Kota Serang dapat ditekan. Saya juga meminta, agar Dinsos Kota Serang dapat meringankan masyarakat yang terdampak covid-19,” harapnya. (SSC-03/Red)

