Polres Cilegon menggelar pengungkapan kasus perkara Curanmor di Mapolres Cilegon, Selasa (4/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polres Cilegon berhasil membekuk 8 pelaku spesialis pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) yang sering beraksi di Kota Cilegon. Dalam aksinya, para pelaku berperan berbeda-beda.

Tiga pelaku bertugas menggasak sepeda motor sementara lima pelaku lainnya bertugas sebagai penadah hasil barang yang dicuri.

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana menuturkan, terbongkarnya kasus curanmor oleh para pelaku bermula dari kejadian di depan sebuah masjid di Lingkungan Jombang Cemara, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang pada Jumat (26/6/2020) lalu. Dari kasus tersebut, penyidik langsung melakukan pengembangan dan penangkapan.

Pelaku saat menjalankan aksi, kata Kapolres, mengintai kendaraan yang terparkir. Mereka sengaja menduduki motor korban lalu menggasaknya dengan kunci T.

“Untuk mengelabui orang (saksi) para pelaku duduk di kendaraan yang sudah diintai sebelumnya. Melihat kondisi aman, para pelaku pun langsung membobol lubang kunci motor dengan kunci letter T dan membawa kabur kendaraan,” kata Kapolres kepada awak media,” Selasa (4/8/2020) kemarin.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Maryadi mengungkapkan, penangkapan para pelaku merupakan hasil pengembangan selama 2 bulan. Awalnya pelaku pencurian dibekuk baru kemudian menangkap pelaku penadah motor.

“Dari tersangka IR, JM dan SA, kami berhasil mengamankan satu kendaraan, kemudian kami kembangkan dan didapati sebanyak 20 kendaraan lainnya. Selain itu kami juga mengamankan 5 orang penadah barang hasil curian dimana menurut pengakuannya akan dijual kembali,” ungkapnya.

  • Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP tentang penadah barang curian dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Ully/Red)