Jajaran staf bagian Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon melakukan penagihan piutang kepada para pedagang di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Selasa (17/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon mulai menagih piutang hingga ratusan juta kepada para pedagang yang menunggak membayar sewa kios, los dan awning di Pasar Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Penagihan tersebut dilakukan guna membantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menagih tunggakan pembayaran uang sewa kios dan los yang selama ini yang belum dibayarkan oleh para pedagang.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, para pedagang yang telah mendapat surat undangan dari UPTD Pasar Kranggot langsung dipanggil satu persatu oleh petugas. Penagihan piutang oleh pedagang dimulai sejak pukul 09.30 WIb.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon Purkon Rohiyat mengatakan, penagihan terhadap 100 pedagang di Pasar Kranggot digelar selama dua hari mulai dari Selasa (17/11/2020) hingga Rabu (18/11/2020).

“Jadi selama ini informasi yang kami (Kejari Cilegon) terima dari Disperindag jika ada potensi pendapatan di Pasar Kranggot yang selalu dibawah dari target. Dan pedagang yang berjualan di sini (Kranggot,red) masih belum melunasi piutangnya. Dengan kedatangan kami (Kejari Cilegon) sekaligus menagih utang dari para pedagang,” kata Purkon kepada Selatsunda.com ditemui di Pasar Kranggot, Selasa (17/11/2020).

Baca juga  Lahan Kuburan di Cilegon Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien COVID-19

Ia menambahkan, sejauh ini tunggakan uang sewa olh pedagang bervariatif. Ada yang menunggak sejak 2009 silam dan ada pula yang hanya baru beberapa bulan di tahun ini sejak pandemi berlangsung.

“Kalau dari pengajuan dari pedagang, mereka tidak bayar sewa itu sejak 2009 hingga saat ini. Dan ada juga sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu karena pademi covid-19 (virus corona). Dari kesepakatan dari Disperindag Cilegon semua penagihan piutang semua pedagang ditargetkan selesai hingga 2021 mendatang,” tambah Purkon.

Pihaknya optimis, Kejari dengan upaya tersebut dapat membantu pemerintah dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilegon yang bersumber dari pembayaran anggsuran kios.

“Insya Allah dengan kahadiran bidang datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon agar bisa meningkatkan PAD Cilegon dibidang angsuran kios, los dan auning. Karena bagaimana pemerintah butuh uang yang dikembalikan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Pencurian Modus Pecah Kaca Berkeliaran di Cilegon

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian UPTD Pasar Kranggot, Yudi Indarayana menjelaskan, penagihan piutang yang dilakukan oleh Kejari Cilegon merupakan tindaklanjuti kerjasama Disperindag dengan Kejari Cilegon dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pasar.

“Tujuanya kerjasama ini untuk meningkatan PAD Kota Cilegon yang bersumber dari retribusi anggsuran kios, los dan auning. Kerjasama ini juga sudah terjalin sejak Febuari 2020 lalu,” ujar Yudi.

Masih kata Yudi, pada hari pertama penagihan yang dilakukan oleh Kejari Kota Cilegon sudah terkumpul sebesar Rp 12 juta.

“Sebenarnya kami tidak punya target apa-apa dalam penagihan ini. Tapi bagimana target PAD retribusi di Pasar Kranggot untuk angsuran kios bisa mencapai Rp 390.159.127.00. Tapi, target tersebut sudah sudah sesuai target bahkan lebih 134 persen atau mencapai Rp 523.072.877.00,” pungkas Yudi.( Ully/Red)