Kajari Cilegon Ely Kusumastuti diwawancara di Kantornya, Senin (22/11/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon menetapkan Direktur PT Arman Kesatria, Victory JT Mandajo sebagai satu tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Kajari Cilegon Ely Kusumastuti mengatakan, status dari direktur perusahaan swasta itu telah ditetapkan tersangka pada Jumat (19/11/2021).

Penetapan tersangka berdasarkan fakta hukum dalam persidangan kasus yang sama yang telah memutuskan Terdakwa Bakhrudin yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon divonis selama 2,6 tahun.

Dari hasil pengembangan tersebut, tersangka diduga bertanggung jawab atas perbuatan dugaan korupsi merugikan keuangan negara Rp 959 juta pada proyek JLS tahun 2014 senilai Rp 12 miliar.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Ini merupakan pengembangan kasus Bahrudin yang merupakan PPK pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cilegon.
Terdakwa sendiri sudah incrah, setelah ia banding di tingkat MA,” kata Ely kepada awak media ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/11/2021).

Ely menjelaskan, peran tersangka dalam kasus tersebut dengan meminjamkan legalitas perusahaanya kepada Suhemi selaku subkontraktor. Dimana Suhemi saat penetapan sebagai tersangka pada 2019 lalu telah meninggal dunia.

“Tersangka ini meminjamkan bendera untuk kepentingan proyek pembangunan jalan beton. Dimana bendera perusahaannya digunakan oleh Suhemi, salah satu tersangka yang sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Eli membeberkan, pihaknya telah memanggil tersangka hingga 5 kali namun tidak hadir. Hingga akhirnya Kejari menetapkan tersangka sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Tersangka DPO karena 4 hingga 5 kali tidak hadir dalam pemanggilan ke Kejari Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)