
CILEGON, SSC – Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon periode 2025–2028 resmi dilantik oleh pengurus SMSI Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025). Pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah, menegaskan posisi Cilegon sebagai rahim lahirnya SMSI, baik di tingkat Provinsi Banten maupun nasional.
Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun menegaskan, pelantikan di Cilegon memiliki makna historis yang kuat. Menurutnya, SMSI lahir di Kota Cilegon pada 17 Maret 2017, sehingga pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan identitas dan marwah organisasi.
“Ini sejarah bagi Kota Cilegon. SMSI lahir di Cilegon, karena itu kami mengundang Forkopimda Kota Cilegon. Ini kota yang melahirkan SMSI,” tegas Lesman dalam sambutannya.
SMSI Cilegon, juga kata Lesman, telah melalui tiga periode kepemimpinan, dimulai dari Badia Sinaga, kemudian Hasidi, dan kini dipimpin oleh Wawan Kurniadi. Ia menitipkan pesan agar kepengurusan baru menjaga marwah SMSI serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.
“Jaga marwah SMSI, jaga kemitraan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda se-Kota Cilegon,” kata Lesman.
Lebih lanjut, Lesman mengungkapkan, pada 2026 mendatang SMSI Banten akan menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten. Dengan salah satu program strategis berpusat di Kota Cilegon, yakni pembangunan Monumen Siber.
“Monumen Siber akan diresmikan pada 7 Februari 2026 di Kota Cilegon. Terima kasih kepada Wali Kota Cilegon yang telah mendukung pembangunan monumen ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Kodim Cilegon, Kejari Cilegon, Polres Cilegon, pelaku industri, perbankan serta seluruh pihak yang selama ini bersinergi membangun Kota Cilegon melalui SMSI.
Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi mengapresiasi dukungan Pemkot Cilegon terhadap program strategis Monumen Siber Indonesia, yang dijadwalkan akan diresmikan pada 7 Februari 2026, tepat menjelang puncak peringatan HPN.
Menurutnya, monumen tersebut akan menjadi satu-satunya monumen siber di Indonesia, sekaligus penegasan bahwa media siber bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Wawan menyinggung, kekuatan SMSI seperti kumpulan semut yang mampu menghancurkan gajah. Meski terdiri dari perusahaan media siber lokal, SMSI memiliki kekuatan kolektif dan independensi masing-masing perusahaan media di dalamnya.
“Setiap media anggota SMSI memiliki keputusan dan kedaulatan perusahaannya sendiri. Namun ketika bersatu, kita punya kekuatan besar untuk menjaga marwah pers,” terangnya.
Ia pun mengharapkan, dengan ada SMSI Cilegon dapat semakin berperan sebagai penjaga etika pers siber, mitra strategis pemerintah, sekaligus benteng informasi yang sehat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cilegon, Agus Zulkarnaen, berharap kepengurusan SMSI Cilegon yang baru dapat menjalankan amanah dengan integritas tinggi dan profesionalisme.
“Media harus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Insan pers adalah mitra strategis pembangunan dan komunikasi publik yang edukatif serta akuntabel,” ujarnya.
Agus juga menaruh harapan besar agar SMSI menjadi wadah pemersatu media siber yang beretika, berperan aktif menangkal hoaks, serta mengedepankan jurnalisme yang mencerdaskan bangsa dan menjaga iklim demokrasi yang sehat di Kota Cilegon.
Dengan pelantikan ini, SMSI Kota Cilegon diharapkan semakin solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui peran pers yang profesional dan berintegritas. (Ronald/Red)




