CILEGON, SSC – Komando Daerah Militer III/Siliwangi meminta kepada seluruh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Kota Cilegon kegiatan operasi penanganan covid-19 tidak hanya dilakukan di malam hari. Ini dilakukan, agar penyebaran covid-19 di Kota Cilegon bisa ditekan oleh pemerintah.
Hal ini terungkap dalam kunjungan Asisten Personel (Aspers) Kasdam III Siliwangi ke Posko Terpadu Penanganan Covid19 Kota Cilegon.
Asiten Personel (Aspres) Kasdam III Siliwangi Kolonel Inf Deden Hendayana mengatakan, selama ini pihaknya menerima banyak keluhkan dari para pedagang kaki lima (PKL) jika penerapan operasi penanganan covid-19 hanya dilakukan pada malam hari. Sedangkan, pada siang hari, operasi Penanaganan justru tidak terlihat dilakukan oleh gugus tugas. Dengan kondisi tersebut, ia meminta agar Satgas Covid-19 di Cilegon menggelar operasi penanganan covid-19 di lakukan pada siang hari.
“Jadi para pedagang ini kan mulai buka usahanya pada pukul 17.00 WIB ternyata pada pukul 19.00 WIB petugas covid-19 sudah melakukan operasi dan meminta para pedagang ini untuk menutup jualanya. Mereka (pedagang) mengeluhkan jika usaha mereka ditutup oleh pemerintah karena ada keramaian, lalu mereka ini bagaiama menutupi kehidupanya,” kata Deden dalam pemaparan,” Rabu (17/2/2021).
Oleh karena itu, lanjut Deden, pihaknya meminta agar pelaksaaan operasi penanganan covid-19 dilakukan pada siang hari.
“Kenapa kami meminta operasi penanganan covid-19 dilakukan di siang hari? Karena aktivitas masyarakat di malam hari kan tidak terlalu banyak seperti di siang hari. Jadi, operasi/sidak penanganan covid-19 semestinya dilakukan di siang hari,” lanjut Deden.
Dalam penanganan pademi covid-19, ia pun berharap, agar pemerintah bisa memberikan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat agar tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) demi menekan penyebaran covid-19. Bahkan, apabila ada warga yang terkonfirmasi covid-19, sebaiknya, pemerintah memberikan keperdulian yang lebih.
“Jadi perlu pendekatan yang lebih intens lagi dari pemerintah ke masyarakat. Covid-19 ini bukan aib yang harus dijauhi. Tapi bagaimana, virus corona ini bisa ditekan oleh kita semua,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I Satgas Covid-19 sekaligus Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon mengaku selama ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Cilegon terus melakukan operasi/sidak di tempat-tempat yang disinyalir banyak menimbulkan kerumunan masa.
“Jadi sebenarnya sidak/operasi kami ini tidak hanya dilakukan di malam hari saja. Tapi siang hari pun kami lalukan. Dalam sidak/operasi juga kami tidak pernah bocorkan kemana-mana lokasinya. Kami berupaya terus agar penyebaran covid-19 di Kota Cilegon bisa kami tekan, sehingga Kota Cilegon bisa masuk zona kuning bahkan masuk zona hijau,” pungkasnya. (Ully).

