Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Ibrohim Aswadi saat di wawancara Selatsunda.com di Kantor DPRD Cilegon, Senin (29/3/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi II DPRD Kota Cilegon mendesak kepada pihak PT Artas Energi Petrogas untuk memberikan kejelasan terhadap 120 karyawan yang tidak digaji selama 10 bulan oleh pihak perusahaan.

“Kami (Komisi II) DPRD Kota Cilegon mendesak agar hak-hak para buruh di PT Artas bisa segera selesai. Karena ini menyangkut hak dan keringat daerah para pekerja,” kata salah satu anggota DPRD Cilegon, Ibrohim Aswadi kepada Selatsunda.com,” Senin (29/3/2021).

Lanjut Ibrohim, atas kejadian ini, pihaknya berencana akan mengangendakan pemanggilan pihak perusahan untuk menjelaskan kondisi perusahan ke pihak DPRD Kota Cilegon.

“Insa Allah kami (Komisi II) akan melakukan hearing ke PT Artas Energi Petrogas agar mendapatkan solusi yang baik dan cepat atas kondisi ini. Kasihan masyarakat saat ini dengan situasi pademi covid-19. Banyak pengangguran di Kota Cilegon yang sebelumnya 9,68 persen kini menjadi 12 persen. Ini menjadi hal yang sama-sama dipikirkan bersama agar persoalan pengangguran bisa lebih ditekan,” lanjutnya.

Untuk menekan tingginya pengangguran ini, Ibrohim meminta sistem managemen seluruh perusahan di Cilegon bisa lebih diperbaiki kembali sehingga persoalan pengangguran di Cilegon tidak terjadi.

“Jangan jadikan covid-19 alasan pihak perusahan di Cilegon untuk tidak mengaji dan melakukan PHK kepada karyawan. Untuk itu, segara rubah rugulasi apapun meski ditengah covid-19,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan buruh dari PT Artas Energi Petrogas yang bergerak di bidang pemasok pipa gas ‘ngadu’ ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian, pagi tadi.

Kedatanganya kali ini ke Walikota Cilegon untuk mengadukan nasib para pekerja yang sudah selama 10 bulan belum digaji oleh perusahan. (Ully/Red)