CILEGON, Selatsunda.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fatuhrohmi mempertanyakan strategi atau langkah kongkret Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam menghadapi ancaman resesi global di 2023 mendatang.
“Di sini kami ingin mempertanyakan langkah apa yang akan diambil oleh Pemkot Cilegon dalam menghadapi kemungkinan terjadinya resesi 2023. Lalu straregi mereka apa?,” kata Fatuhrohmi kepada Selatsunda.com ditemui di DPRD Cilegon, Selasa (19/10/2022)
Menurut Fatuhrohmi, resesi global akan berdampak berbagai hal. Dampak itu diantaranya angka pengangguran diprediksi akan meningkat di Cilegon serta tingginya angka inflasi.
“Otomatis pengangguran dan inflasi akan semakin tinggi akibat ketidakpastian ekonomi tersebut. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya, kami (DPRD) menghimbau kepada Pemkot Cilegon jangan sampai ada lonjakan PHK di perusahaan-perusahaan di Cilegon,” tambah Fatuhrohmi.
Politisi Partai Gerindra menjelaskan, strategi dalam menghadapi resesi global sudah harus benar-benar disiapkan. Terutama dampak turunan yang timbul di masyarakat tidak terlalu besar. Apalagi, selama ini baru saja selesai menghadapi persoalan pandemi yang cukup menganggu aktivitas perekonomian dan dampak negatif pada ekonomi, sosial dan lainnya.
“Jangan sampai resesi global ini tidak terantisipasi dengan baik oleh Pemkot Cilegon. Ini harus betul-betul kita persiapkan, harus rencanakan dengan baik sehingga dampak turunan yang timbul kepada masyarakat tidak begitu besar yang kita harapkan,” ujarnya.
Selain itu, Fatuhromi pun juga mengigatkan kembali kepada pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon maupun stakeholder terkait di Pemkot Cilegon untuk memastikan tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sembunyi-sembunyi oleh pihak perusahanan akibat dampak resesi global tersebut.
“Artinya, dengan monitoring/sidak yang dilakukan oleh Disnaker ini, sebagai langkah dan antisipqsi jika tidak ada PHK,” pungkasnya. (Ully/Red)

