Polres Cilegon menggelar pengungkapan kasus perkara pencurian kabel PLN saat digelar di Mapolres Cilegon, Selasa (28/1/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komplotan pencurian kabel listrik yang beraksi di wilayah Kota Cilegon berhasil dibekuk Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Cilegon. Komplotan ditangkap diduga melakukan pencurian kabel sebanyak 20 kali di sejumlah lokasi di Cilegon.

Tersangka yang ditangkap yakni Faturohman alias Bapong (35) warga Mancak, Kabupaten Serang, Hafidin alias Hafid (32) warga Ciwandan, Kota Cilegon, serta Muzam alias Jamil (32) bertugas sebagai penadah, warga Ciwandan. Sementara dua pelaku lain yakni Mulyadi alias Mul dan Kholil masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana
dalam ekspos pengungkapan kasus di Mapolres Cilegon, mengatakan, peristiwa pencurian awalnya terjadi pada Kamis (9/1/2020) lalu sekitar pukul 04.00 WIB subuh di Gardu KPID Perumahan BBS (Bukit Banjar Sejahtera) II Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

Dalam aksi, para komplotan berhasil membawa kabur kabel tembaga ukuran 200 milimeter sepanjang 40 meter dengan berat 50 kilogram.

Peran para pelaku dalam aksi berbeda-beda. Pelaku Mulyadi dan Kholil bertugas untuk mengumpulkan pelaku lain di rumah Hafidin pada Rabu (8/1/2020) pukul 22.00 WIB. Setelah bertemu dan menyusun strategi pencurian, barulah para pelaku tersebut, pergi ke lokasi untuk menjalankan aksinya.

Pelaku Mulyadi saat itu bertugas menggali tanah dengan menggunakan linggis untuk menarik kabel listrik yang tertanam di dalam tanah di sekitar gardu. Usai menggali tanah, Mulyadi langsung memanjat gardu listrik dan langsung memotong kabel listrik yang tersambung dengan trafo sebanyak empat titik.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Pelaku memotong listrik menggunakan gunting potong. Lalu Mulyadi turun dan memotong kabel yang tertanam di tanah,” ungkapnya, Selasa (28/1/2020).

Selanjutnya, pelaku lain, Faturohman juga ikut membantu Mulyadi untuk menggulung kabel listrik yang telah dipotong.

“Pelaku langsung ke lapak barang bekas milik Muzam. Pelaku kemudian mengupas kulit kabel, di timbang, lalu dijual ke Muzam,” beber Kapolres.

Kapolres menyatakan, pelaku dalam pengakuannya telah melakukan pencurian sebanyak 20 kali. Setiap aksi pelaku, kata Kapolres, disimpulkan telah merugikan keuangan negara dan diperkirakan mencapai Rp 10 juta.

“Bisa dikatakan kerugian negara dari aksi mereka (pencuri) sekitar Rp 10 juta. Adapun hasil pencurian yang mereka dapatkan tersebut dijual kembali ke seorang penadah dengan harga Rp 10 juta per kilogram. Kami perkirakan, aksi mereka ini sudah dilakukan sejak 2019 lalu atau sebanyak 20 kali aksi pencurian kabel tersebut,” kata Kapolres.

Ia menyatakan, dalam pengungkapan tersebut, masih ada dua pelaku uang belum ditangkap. Keduanya telah ditetapkan sebagai DPO (Dalam Pencarian Orang) dan dalam pengejaran.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, para tersangka dikenakan pasal 363 KHUP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L) pada ULP Cilegon Widias Ariyadi mengungkapkan, berdasarkan pendataan yang dilakukannya terbilang ada 20 kejadian pencurian kabel listrik selama rentang waktu tahun 2019 di wilayah Kota Cilegon hingga ke wilayah Ciwandan.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

“Untuk kerugian dari aksi pencurian ini sekitar Rp 10 juta. Karena pelaku ini sudah menjalankan aksinya sebanyak 20 kali, kerugian negara yang diterima sebesar Rp 200 juta. Namun memang setiap lokasi berbeda-beda ukuran kabelnya, ada 240 mm ada juga ukuran 95 mm tergantung lokasi,” katanya.

Menurut Kapolres, pihak PLN selama ini tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Tetapi pada awal 2020, perusahan plat merah itu baru melaporkannya. Dari laporan tersebut, Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Cilegon langsung melakukan pengungkapan, hasilnya 3 tersangka ditangkap.

“Baru tahun ini mereka (PLN Cilegon) melaporkan aksi pencurian ini ke Polres Cilegon. Nah, dari hasil laporan tersebut, barulah Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Cilegon langsung melakukan pengungkapan dan berhasil membekuk 3 pelaku pencurian kabel listrik ini,” ujar Yudhis.

Dijelaskan Widias, gardu yang menjadi sasaran pencurian ini tersebar dibeberapa titik. Dinataranya dekat lokasi keramaian, dan lokasi yang sepi dari aktivitas penduduk.

Ia bersyukur karena Satreskrim Polres Cilegon berhasil mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, dalam waktu empat hari kepolisian dapat membongkar sindikat pelaku pencurian kabel listrik yang meresahkan warga tersebut. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini