CILEGON, SSC – Kota Cilegon berstatus zona oranye. Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Cilegon ini dipengaruhi tingginya mobilisasi masyarakat dalam beberapa libur panjang selama sebulan terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, kasus Covid-19 meningkat tidak bisa dilepaskan dari pengaruh tingginya mobilisasi masyarakat saat libur panjang. Mobilisasi yang terbilang tinggi diantaranya saat Libur Lebaran, Libur Waisak dan Libur Hari Pancasila.
“Memang 5 hari lalu trend kasus Covid-19 terjadi penurunan. Tetapi, 3 hari ini, justru kasus covid-19 meningkat. Analisa sementara yang kami (Dinkes) lakukan, karena libur panjang. Dengan kejadian ini, faktanya bisa kita lihat jika pademi covid-19 masih ada,” kata Dana kepada awak media ditemui di ruang kerjanya,” Jumat (11/6/2021).
Dana menambahkan, jika dilihat dari peta sebaran Covid-19 Cilegon pada Kamis (10/6/2021) terdapat 3 kecamatan yang dominan pasien positif. Ketiga wilayah itu diantaranya Kecamatan Jombang dengan pasien positif 14 orang, Kecamatan Grogol 13 orang dan Kecamatan Cilegon 12 orang.
“Salah satu indikator Cilegon zona oranye kembali salah satunya libur panjang ini. Kita kan gak tahu masyarakat akan nyebrang ke Merak,” tambah Dana.
Ia meminta agar masyarakat dengan Cilegon berzona oranye tetap mematuhi aturan dan mengedepankan protokol kesehatan. Aturan dapat dilakukan dengan cara tetap menggunakan masker, jauhi kerumunan dan hindari mobilitas tinggi.
“Jangan lengah, jangan abai tetap patuhi prokes. Karena semua ini tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (Ully/Red)

