20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Pemerintahan Kota Cilegon Masuk PSEL Serang Raya, Kelola Sampah Jadi Energi Listrik

Kota Cilegon Masuk PSEL Serang Raya, Kelola Sampah Jadi Energi Listrik

0
489
Warga tampak mengangkut sampah saat di TPSA Bagendung, Kota CIlegon, Belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Kota Cilegon masuk sebagai kota yang akan menjalankan Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diinisasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Wahyudin setelah mengikuti Rapat PSEL dengan BPI Danantara dan sejumlah Kementerian di Jakarta, Hari ini, Kamis (12/3/2026).

Kepala DLH Cilegon Sabri mengatakan, Kota Cilegon dalam program PSEL masuk dalam lokasi Serang Raya. Yang mengikuti PSEL Serang Raya adalah Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

“Jadi tadi informasinya deal itu, Cilegon masuk di Serang Raya. Serang Raya itu terdiri dari Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Nanti Tempat Pembungan Sampahnya di Cilowong,” ujar Sabri.

Dalam menjalankan program PSEL, kata Sabri, nantinya Kota Cilegon akan mengirim sampah ke TPSA Cilowong dengan volume sebanyak 300 ton.

“Mekanismenya nanti kan sudah kita menyanggupi kuota yang kita berikan ke PSEL. Jadi Cilegon itu kita akan menyumbang memberikan sampah 300 ton, Kabupaten Serang 500 ton, Kota Serang 600 ton lebih,” ucapnya.

“Karena syarat dari PSEL itu sampahnya perhari 1.000 ton. Jadi kita kabuapten kota ini harus menyiapkan, operaisonal dari pengiriman sampah tersebut ke Cilowong,”  ujarnya.

Kota Cilegon dalam program tersebut, kata Sabri, hanya sebatas mengirim sampah.

“Nanti kita siapkan kendaraan operasionalnya. Tidak dikenakan tipping fee. Jadi modalnya kita hanya mengirim sampah ke Cilowong. Kita tidak ada, tetapi retribusi (dari masyarakat) tetap kita terima, kita cuman membuang kesana,” terangnya.

Saat ditanya apakah dengan mengirim sampah 300 ton ke TPSA Cilowong akan mengurangi kapasitas sampah di TPSA, Sabri membenarkannya. Namun sebagian sampah masih dikelola di TPSA Bagendung.

Ia menyatakan Program PSEL baru akan dijalankan dua atau tiga tahun mendatang. Pada masa tersebut, diprediksi terdapat peningkatan volume sampah di Cilegon.

Artinya sebagian atau sebanyak 300 ton sehari akan dikirim ke TKSA Cilowong dan sisanya masih dikelola di TPSA Bagendung.

“Kan itu baru dilaksanakan, tadi disampaikan itu. Proses perencanaan di april tahun ini. Dalam proses itu tidak langsung operasi, kan ada pembangunan. Membutuhkan waktu 2 atau 3 tahun. Dalam masa itu pasti ada penambahan sampah di Cilegon. Selisih dari kenaikan sampah itu, yang kita bawa ke Cilowong, masih ada selisih. Sekarang saja ada 10 ton perhari. Sekarang 310 ton perhari, kalau dua tahun lagi dengan kenaikan 30 ton, berarti ada yan di proses di Cilegon, di TPSA Bagendung,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, kota kabupaten yang masuk PSEL Serang Raya diminta untuk menyelesaikan perjanjian kerja sama (PKS). Perjanjian itu nanti akan diakukan ke Gubernur Banten.

“Jadi tadi menjelaskan kendala-kendala apa yang harus dibereskan kabupaten kota. Untuk Serang Raya untuk menyelesaikan PKS antara 3 kabupaten kota dengan gubernur,” paparnya.

“PKS ini ditunggu, kalau masuk, Serang Raya sudah komplit. PKS ini gabungan, hak dan kewajiban masing-masing kabupaten kota,” pungkasnya. (Ronald/Red)