Belasan Wartawan di Kota Cilegon melakukan kunjungan ke Krakatau International Port, Selasa (10/8/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) terus melakukan pengembangan bisnis menjadikan Krakatau International Port (KIP) sebagai pelabuhan curah kering terbesar dan terdalam di Indonesia. Seiring itu, anak perusahaan Krakatau Steel ini juga memiliki target untuk meningkatkan kunjungan kapal setiap tahunnya.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Johan mengatakan, bisnis kepelabuhanan di Provinsi Banten memiliki potensi yang sangat besar. Setiap tahunnya, lalu lintas kapal yang melalui Selat Sunda mencapai 35 ribu kapal.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Johan memberi paparan tentang rebranding Krakatau International Port saat pertemuan dengan awak media di Kota Cilegon

Kata Akbar, KBS ditengah rebranding KIP sebagai International Hub Port menangkap peluang tersebut. Di mana seiring pengembangan bisinis pelayanan jasa kepelabuhanan, KBS menargetkan kunjungan kapal setiap tahun meningkat. Dari kunjungan 800 kapal pada tahun ini dapat ditingkatkan menjadi 5.000 kapal pada 2026 mendatang.

“Target KIP adalah menangani 5 ribu kapal setahun dari 800 kapal. Ada lompatan eksponensial. Memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, tetapi harus ada upaya konkret dan perlu percepatan yang dilakukan” ujar Akbar dalam kegiatan dengan awak media, Selasa (10/8/2021).

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

Ia menyatakan, KBS jika target itu tercapai bisa mendapatkan keuntungan Rp 9 triliun dalam setahun. Namun untuk mencapainya harus ada upaya yang konkret. Yakni dengan melakukan ekspansi kerja sama bisnis yang dikolaborasikan dengan seluruh pihak.

“Kita akan mem-boasting revenue dari pihak ketiga. Kita akan membuka seluas-luasnya untuk ber-patnership, untuk berkolaborasi sama siapapun,” terangnya.

“Bukan hanya kerja sama menggandeng BUMN, BUMD, private sector tetapi juga berkolaborasi dengan para pengusaha lokal,” ucapnya.

Sejauh ini, KIP dalam mengembangkan usaha bisnisnya tidak hanya berusaha di Cilegon saja namun terus berinovasi. Kerja sama bisnis terus dijalin di berbagai daerah.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

“Kita sudah ekspansi ke beberapa daerah. Kita beroperasi di Jepara, Marunda dan Dumai. Next akan ke Sabang, ke Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Ini semua kita inisiasikan kerja sama dengan pemerintah kabupaten yang punya pelabuhan,” paparnya.

Sementara, Direktur Operasional KBS, Cahyo Antarikso menyatakan, KBS terus berupaya mengepakkan bisnis baru. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu, KBS melakukan penandatangan Nota Kesepahaman dengan PT Pertamina Patra Niaga tentang Rencana Kerjasama Bisnis Bunkering Marine Fuel Oil di KIP. Diharapkan, pengembangan tersebut dapat menjadi langkah nyata membuka peluang usaha baru dalam memajukan KIP sebagai pelabuhan internasional.

“Sekarang ini, kita baru mulai menjalankan bisnis bunkering. Terakhir, kapal sudah merapat dari Samarinda. Kemungkinan kapal sudah ada di Samarinda dan Tanjung priuk. Jadi bisnis seperti ini terus kita kerja sama,” pungkasnya. (Ronald/Red)