CILEGON, SSC – Krakatau Posco bersama Posco 1 persen sharing foundation berhasil mewujudkan keberadaan ruang terapi bagi anak-anak inklusi di Kota Cilegon. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian karyawan yang secara sukarela menyisihkan 1 persen dari gaji mereka untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kota Cilegon.
Pantauan Selatsunda.com, turut hadir dalam peresmian ruang terapi ini, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, istri Wakil Walikota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati, Direktur HRGA Krakatau Posco, Iip Arief Budiman, Vice Leader One Percent Sharing sekaligus Ketua Serikat Karyawan Krakatau Posco, Edwin Afif Anafi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menyampaikan terima kasih kepada pihak PT Krakatau Posko (KP) atas bantuannya untuk mewujudkan keinginan Pemkot Cilegon dengan ikut membangun ruang terapi bagi anak insklusi.
“Saya mewakili Pemkot Cilegon, mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT KP yang telah berkontribusi dengan mewujudkan kehadiran ruang terapi. Rasa kepakaran PT KP ini, harus bisa ditiru dengan perusahaan-perusahaan lain di Cilegon dalam membantu Pemkot Cilegon dalam mewujudkan sosialnya kepada kami,” ujar Fajar, Rabu (5/11/2025).
Lebih lanjut, Fajar pun mengungkapkan, jika PT KP mampu menujukan keperdulian untuk masyarakat Cilegon dengan memberikan satu persen gajinya untuk membantu masyarakat.
“Ini menjadi kepekaan juga, bayangin ada perusahaan yang karyawannya memberi satu persen gajinya buat kemajuan dan bantuan masyarakat,” ujarnya.
Politisi PPP ini menegaskan, program yang dijalankan Krakatau Posco menunjukkan keberlanjutan tanggung jawab sosial perusahaan dan berharap bisa menular ke lembaga dan perusahaan lainnya.
Menurutnya, jika semua industri melakukan hal serupa, maka berbagai permasalahan sosial di daerah dapat diselesaikan secara kolektif.
“Mudah-mudahan industri lain ikut, saya yakin permasalahan di Cilegon bisa diselesaikan bersama,” ucap Fajar.
Sementara itu, Direktur HRGA Krakatau Posco, Iip Arief Budiman, menjelaskan, program One Percent Sharing lahir dari kesadaran kolektif karyawan, termasuk karyawan asal Korea Selatan, untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Iip berharap melalui program One Percent Sharing ini, bisa menjadi inspirasi bagi industri lain di Kota Cilegon untuk membangun budaya kepedulian sosial yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan visi pembangunan daerah
“Kami ingin potensi dana sosial ini dikumpulkan, baik dari karyawan lokal maupun teman-teman Korea. Semuanya akan kami olah bersama agar memberikan nilai manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Hal senada disampaikan Vice Leader One Percent Sharing sekaligus Ketua Serikat Karyawan Krakatau Posco, Edwin Afif Anafi, yang menegaskan bahwa inisiatif ini murni lahir dari karyawan tanpa paksaan.
“Ini bukan pemotongan yang dipaksakan. Ini hasil diskusi panjang antar karyawan yang sepakat memotong gaji secara sukarela dan ikhlas untuk kegiatan sosial,” ujarnya.
Edwin menambahkan, dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan oleh tim CSR Krakatau Posco, dan ide-ide kegiatan sosial dapat muncul dari siapa pun, baik dari karyawan maupun manajemen.
“Pelaksanaannya ditunjuk oleh tim CSR. Karena ini uang karyawan, kami ingin penggunaannya tepat sasaran dan tidak asal-asalan. (Ully/Red)

