PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama anak perusahaannya melakukan Perjanjian kredit restrukturisasi dengan sejumlah perbankan di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Senin (30/9/2019). Foto Dokumen Humas PT KS

JAKARTA, SSC – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama anak perusahaannya melakukan Perjanjian kredit restrukturisasi dengan sejumlah perbankan di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Senin (30/9/2019). Perjanjian bentuk Addendum dan Pernyataan Kembali melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan PT Bank Central Asia Tbk ini dilakukan untuk mendapatkan relaksasi pembayaran hutang yang memungkinkan Perseroan untuk melakukan transformasi bisnis dan perbaikan operasional.

Direktur Utama PT KS, Silmy Karim mengatakan perjanjian relaksasi pembayaran hutang tersebut untuk mengurangi beban keuangan dan tenor atau jangka waktu pelunasan pinjaman jadi lebih panjang.

“Ini adalah bentuk upaya Krakatau Steel dan Anak Perusahaan dalam melakukan
restrukturisasi secara menyeluruh dalam rangka menyehatkan kinerja finansial secara berkelanjutan (sustainable). Nanti secara keseluruhan keuangan KRAS akan jadi lebih sehat,” ungkap Silmy.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Lebih jauh Silmy menerangkan, perjanjian ini merupakan tindak lanjut perjanjian pada 12 Juli 2019 lalu. Dimana Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Keuangan PT KS dengan para kreditur memuat perikatan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan PT Bank Central Asia Tbk.

Dia menjelaskan, pada 22 Maret 2019 sebelumnya, PT KS menandatangani Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Keuangan yang ditindaklanjuti dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT KS tanggal 26 April 2019. Dimana pada Agenda Kelima, yaitu pada pokoknya menyetujui Transformasi Bisnis dan Keuangan Perseroan serta Anak Perusahaan Perseroan.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Isi perjanjian tersebut, salah satunya menyelesaikan pinjaman kelompok usaha yang akan dilakukan mulai tahun ini. Untuk pinjaman yang berkelanjutan, akan diselesaikan melalui kas dari hasil operasi,” paparnya.

KS, lanjut Silmy, mempunyai kewajiban untuk melakukan pembayaran dan menyelesaikan hutang sesuai dengan skedul melalui skema Tranche A (bersumber pada Dana Operasional), Tranche B (bersumber pada hasil Divestasi), dan Tranche C1 (bersumber pada hasil Right Issue).

Pihaknya berharap, setelah ditandatanganinya Perjanjian Kredit Restrukturisasi ini dapat
mempercepat proses transformasi bisnis dan operasional sehingga keberlangasungan bisnis KS bisa bangkit kembali.

“Isi Perjanjian Kredit Restrukturisasi pun dapat segera terlaksana, sehingga arah dan tujuan restrukturisasi finansial dapat diwujudkan, dengan begitu kondisi perusahaan akan
berangsur pulih dan jaya kembali,” tutup Silmy. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini