CILEGON, SSC – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang ada di Kota Cilegon, diresmikan, Rabu (17/9/2025). Dapur ini dibangun dengan menggunakan struktur baja modular hasil produksi Krakatau Steel Group, yakni dari PT Krakatau Baja Konstruksi yang memiliki sejumlah keunggulan di Kota Cilegon. Pemilihan struktur baja modular karena sistem modular memungkinkan pembangunan dapur dilakukan secara cepat, efisien, dan presisi sehingga dapat segera digunakan untuk melayani masyarakat.
Selain itu juga baja Krakatau Steel dikenal tahan lama, kuat, dan ramah lingkungan, sehingga memberikan jaminan keamanan dan keberlanjutan dalam jangka panjang. Dan yang menarik adalah desain modular juga memberikan fleksibilitas untuk direlokasi atau diperluas sesuai kebutuhan, menjadikan produk baja Krakatau Steel sebagai solusi terbaik dalam penyediaan infrastruktur sosial yang modern dan adaptif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta jajaran, Penasehat Khusus Presiden RI Brigjen Pol (Purn) Drs. Erwin Chahara Rusmana M.Hum, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten dan Kota Cilegon, Pimpinan Yayasan Maha Karya Al-Ihsan dan segenap mitra yang mendukung terlaksananya peresmian dapur MBG modular Krakatau Steel, Komisaris dan Direksi Krakatau Steel dan Group beserta jajaran, hingga perwakilan siswa-siswi Sekolah Dasar 2 YPKS Cilegon.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yaitu Akbar Djohan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Krakatau Steel dan tentunya bagi bangsa Indonesia.
“Peresmian dapur Makan Bergizi Gratis modular Krakatau Steel dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional sekali lagi merupakan wujud nyata Perseroan dalam mendukung percepatan realisasi Asta Cita Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” jelas Akbar Djohan dalam sambutannya.
Akbar Djohan menambahkan bahwa dapur modular yang diresmikan oleh Krakatau Steel lengkap dengan kitchen set dan food tray nya memiliki kandungan TKDN hingga 80% yang memantapkan bahwa industri tanah air bisa berdiri di atas kaki sendiri dan tidak kalah bersaing dengan produk impor.
Pasalnya, di tengah-tengah kegiatan peresmian terdapat demonstrasi yang memperlihatkan food tray buatan Krakatau Steel terbukti lebih kokoh dan tidak mudah berubah bentuk dibandingkan dengan produk food tray di pasaran yang merupakan produk impor. Kapabilitas lainnya yang dimiliki Krakatau Steel yaitu dapat memproduksi 500 – 700 unit dapur modular per bulan, sehingga siap dalam menerima mandat atau instruksi dari pemerintah pusat.
Walikota Cilegon, Robinsar, memberikan apresiasi terhadap inisiasi Krakatau Steel yang telah merealisasikan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka program Makan Bergizi Gratis. Lebih lanjut, Robinsar menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota Cilegon, dan ditargetkan tahun ini sebanyak 40 SPPG. Menutup sambutannya, Robinsar mengungkapkan dukungan pemerintah kota Cilegon untuk mengisi gap tersebut melalui dapur MBG modular Krakatau Steel.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberikan apresiasi terhadap inisiasi Krakatau Steel dalam pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis yang pertama oleh BUMN di Cilegon. “Kedatangan kami disini bukan karena sekedar meresmikan SPPG, tapi Krakatau Steel menawarakan hal yang menarik yaitu struktur baja modular yang dapat membantu Badan Gizi Nasional mempercepat implementasi program makan bergizi di seluruh Indonesia, yang mana Krakatau Steel dapat membangun SPPG hanya dalam waktu 3 – 4 minggu saja,” ujar Dadan Hindayana.
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa kedatangan tim BGN ke Krakatau Steel bukan semata investasi SDM masa depan yang berkualitas dan memberikan nutrisi kepada seluruh anak Indonesia, anak dalam kandungan hingga usia Sekolah Menengah Atas (SMA), ibu hamil dan menyusui, namun yang jauh lebih penting dari itu adalah membangun sebuah ekosistem.
“Program MBG tidak hanya menyangkut rantai pasok, namun juga industri turunan yang akan tercipta dari program ini sehingga dapat turut membangun industri dalam negeri,” tambah Dadan Hindayana.
Dijelaskan lebih lanjut, saat ini BGN menargetkan pembangunan 6.000 SPPG di seluruh Indonesia dengan ukuran 10 x 15 meter. Melalui paparan mengenai dapur MBG modular, pihak Krakatau Steel menjelaskan bahwa selain memiliki produk yang sesuai dengan permintaan, namun juga memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap. (Ronald/Red)

