CILEGON, SSC – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten mengeluarkan Maklumat Syahbandar dan surat edaran kepada pelaku pelayaran di Banten untuk mewaspadai cuaca buruk dan juga potensi tsunami 8 meter yang diprediksi BMKG akan terjadi di Kota Cilegon.
Kepala KSOP Banten Barlet Silalahi mengatakan, surat edaran tersebut disiarkan kepada seluruh pelaku pelayaran untuk memperhatikan prediksi yang telah dikeluarkan/diterbitkan oleh BMKG.
“Kami membuatkan notice to marine (NtM), kami memperingatkan seluruh kapal yang berangkat harus selalu memperhatikan BMKG. Jadi namanya siklon itu kan prakiraan semua, jadi di dalam prakiraan dalam BMKG itu sebagai antisipasi kepada seluruh kapal,” kata Barlet kepada awak media usai acara FGD Pemangkasan Birokrasi dan Peningkatan Pelayanan di Pelabuhan Banten yang digelar di salah satu hotel di Kabupaten Serang, Kamis (2/12/2021).
Barlet menyampaikan, surat edaran tersebut dan prediksi BMKG diminta dapat benar-benar diperhatikan pelaku pelayaran. Ia menegaskan, bilamana kapal tidak memungkinkan berlayar karena cuaca buruk diminta untuk menunda keberangkatannya.
“Bila perlu tidak untuk berangkat, lebih bagus mereka menunda keberangkatannya dari pada memaksakan untuk berangkat. Jika sudah berlayar kembali lagi ke pelabuhan pangkal, demi keselamatan muatan, kapal dan orangnya,” tambahnya.
Ia mengaku, memang dalam satu pekan terakhir terdapat insiden kecelakaan kapal di lintasan penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni karena cuaca buruk. Baik terjadinya kapal senggolan maupun larat. Namun pihaknya berharap, kejadian yang sama tidak terjadi lagi.
“Yang sudah terjadi itu, senggolan saja, larat kapal karena angin. Tapi mudah-mudahan di Banten ini tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Makanya kita tetap mengingatkan selalu waspada setiap saat,” terangnya.
Ia kembali menegaskan agar nakoda kapal dapat meningkatkan kewaspadaannya. Nakoda kapal jika menghadapi cuaca buruk di tengah laut bisa cakap dan mengambil langkah penyelamatan yang dibutuhkan. (Ully/Red)

