CILEGON, SSC – Udara di Kota Cilegon dalam kondisi tidak sehat. Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Polutan Standar Index (PSI) yang ada di Lampu Merah PCI pada parameter sulfur dioksida (SO2) menunjukan kualitas udara di Cilegon sangat tidak sehat. Parameter lain yakni nitrogen dioksida (N02) juga menyatakan kadar udara tidak sehat.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Rasmi Widyani, Kamis (27/1/2022). Ia mengatakan, kualitas udara di Cilegon jika dilihat dari ISPU tergolong tidak sehat. Hal ini dinilai sangat membahayakan pernafasan masyarakat. Bahkan jika terlalu lama akan mengidap penyakit yang berbahaya.
“Tentu dampaknya cukup berbahaya sekali. Seperti penyakit pernapasan serius, mulai dari infeksi saluran pernafasan, jantung, paru-paru, resiko kematian dini, hingga kanker paru,” kata Rasmi kepada Selatsunda.com
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut dipicu oleh asap kendaraan dan aktivitas pabrik. Bila kondisi terus dibiarkan maka otomatis akan mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengurangi polusi, pemerintah dapat mengkampanyekan gerakan bersepeda.
“Solusinya Pemda ada program menggunakan sepeda untuk ke kantor atau sekolah. Jadi, dengan adanya program bersepedah ini akan mengurangi polusi udara di Kota Cilegon,” tambahnya.
Selain itu, Rasmi juga mengharapkan ruang terbuka hijau bisa dibangun di kelurahan dan kecamatan.
“Yah itu upaya gimana pencemaran udara di Cilegon dapat ditekan,” pungkasnya. (Ully/Red)

