PANDEGLANG, SSC – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini (24/12/2018) mendatangi Posko Utama Basarnas yang berada di Kecamatan Labuan, Pandeglang Banten.
Ia didampingi Deputi Bidang Operasi Mayjen Nugroho Budi Wiryanto, Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator (SMC) M. Zaenal Arifin. Saat itu, Budi menanyakan perihal lokasi yang terdampak dan pergerakan dari seluruh personel yang melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Zaenal mengatakan kepada Menhub bahwa pada hari ketiga, tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search Rescue Unit (SRU). SRU pertama yang berjumlah 87 personel yang memfokuskan pencarian dari Cinangka hingga Labuan. Untuk SRU kedua sebanyak 96 personel menyisir wilayah Labuan hingga Tanjung Lesung. Sementar untuk SRU ketiga sebanyak 92 personel melakukan pencarian mulai dari Tanjung Lesung hingga Sumur.
“Tim Basarnas bersama potensi akan melakukan penyisiran sepanjang pantai dari pesisir Anyer di Serang hingga Tanjung Lesung Pandeglang.”, tuturnya.
“Jenazah korban yang dikenali pihak keluarga akan dievakuasi ke Puskesmas terdekat. Jika tidak teridentifikasi akan dievakuasi ke RSUD Banten dan RS Berkah Pandeglang”, tambah SMC.
Usai mengunjungi Posko Basarnas, Menhub melanjutkan peninjauannya ke lokasi-lokasi yang terdampak tsunami.
Sementara itu, pencarian korban yang dilakukan Basarnas bersama tim gabungan di wilayah Banten sampai dengan pukul 11.00 WIB, telah mengevakuasi korban sebanyak 19 orang meninggal dunia. Hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari dan mengevakuasi koban tsunami. (Ronald/Red)

