Petugas kepolisian tengah menangani laka Jalan Tol Tangerang-Merak Km 74, Kota Serang, Minggu (17/10/2021). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak, Kota Serang kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan tol melibatkan Truk Tangki Kimia, Bus Penumpang dan kendaraan pribadi di kilometer 74.900. Akibat kecelakaan tersebut, salah satu penumpang bus dilaporkan meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (17/10/2021) sekitar pukul 21.50 WIB. Saat itu, Truk Tangki Hino bernomor plat B 9879 UFU melaju arah Merak menuju Tangerang.
Diduga saat di lokasi kejadian, ban depan kanan truk hino mengalami pecah ban.Truk kemudian hilang kendali dan menabrak median jalan lalu menyeberang ke jalur berlawanan dengan posisi terbalik.

“Di TKP, kendaraan truk mengalami pecah ban kanan depan, kemudian hilang kendali dan oleng ke kanan menabrak guadril pembatas median dan menyebrang ke jalur arah merak,” ujar Kainduk PJR Tol Tangerang-Merak Korlantas Polri, AKP Wiratno dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).

Baca juga  Ini Besaran UMK 2022 Yang Ditetapkan oleh Gubernur Banten

Beberapa saat kemudian melintas Bus Putra Pelangi bernomor plat BL 7519 AA dan Honda Brio B 2985 SOM dari arah Tangerang menuju Merak. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Bus yang berusaha menghindar dari truk masuk ke dalam parit sementara Honda Brio menabrak truk.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang bus meninggal dunia. Sementara belasan lainnya mengalami luka-luka.

“Satu penumpang bus meninggal dunia,” terangnya.

Pasca insiden, korban meninggal maupun luka dievakuasi ke RS Sari Asih dan RS. Drajat Prawira Negara Serang. Kecelakaan itu langsung ditangani Ditlantas Polda Banten. Brimob Polda Banten juga turun ke lokasi menanggulangi bahan kimia yang tumpah  dari kendaraan Truk Tangki.

Baca juga  Cuaca Buruk Sebabkan Bongkar Muat Kapal di Pelabuhan Merak Tak Sesuai Jadwal

“Kita mengambil tindakan di TKP dan mendata identitas pengemudi dan kendaraan. Kemudian juga menghubungi Laka Polda Banten dan Sat Gegana untuk penanganan cairan kimia. Setelahnya mengevakuasi kendaraan,” pungkasnya. (Ronald/Red)