CILEGON, SSC –Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Kota Cilegon kembali melakukan aktivitas atau kegiatan pembakaran gas di cerobong atau flaring. Pada tahap ketiga, PT LCI melakukan flaring selama sepekan mulai dari Jumat, 20 Juni 2025 hingga Jumat, 27 Juni 2025.
Mengenai hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, pihaknya telah mengingatkan agar PT LCI agar dalam melakukan kegiatan flaring ketiga dapat memperhatikan beberapa hal. Salah satunya, meminta manajemen ketika flaring berlangsung dapat turun mengecek dampaknya ke masyarakat.
“Sebelum mereka melakukan flaring di Jumat kemarin, kita sudah bertemu dengan pihak Lotte-nya. Jadi ada beberapa poin yang kami sampaikan ke Lotte. Pertama, Kita minta ke Lotte sebelum melanjutkan flaring tahap ini, untuk mengecek ke masyarakat di ring satu. Terus pada saat flaringnya, kami juga minta mereka cek masyarakat,” ujar Sabri ditemui di DPRD Kota Cilegon, Senin (23/6/2025).
Pemkot, sambung Sabri, juga meminta perusahaan setelah kegiatan flaring selesai agar hasil pengecekan ke masyarakat dapat dilaporkan kepada pihaknya.
“Dan terakhir pasca nanti, mereka juga diminta untuk kunjungan ke masyarkat dan hasilnya dilaporkan ke LH setelah proses flaring ini,” terangnya.
Ditanya adakah dampak yang dirasakan masyarakat saat flaring tahap pertama dan kedua, Sabri menyatakan, dari hasil laporan yang diterima dari LCI, rata-rata baik getaran, suara dan pembuangan gas di udara berada di bawah ambang batas.
“Tahap pertama kedua, dari laporan yang disampaikan ke kami, rata-rata dibawah ambang batas,” terangnya.
“Nah itu juga sebenarnya diukur, ada poin yang mereka ukur juga dan itu masih dibawah batas. Saya tidak hafal ukurannya tapi itu masih dibawah batas,” sambungnya.
Meski berada dibawah ambang batas, kata Sabri, Pemkot meminta agar perusahaan menambah alat titik pantau. Alat itu diminta dipasang diluar area pabrik.
“Dan kami juga tahap pertama dan keuda, kita minta tambahan titik pantau. Ada tiga titik pantau diluar yang mereka tentukan. Kami minta mereka tempatkan tiga titik pantau di luar area mereka,” pungkasnya. (Ronald/Red)

