20.1 C
New York
Senin, Mei 4, 2026
BerandaPemerintahanLama Ditutup, Pemkot Cilegon Akhirnya Izinkan CFD Dibuka Kembali

Lama Ditutup, Pemkot Cilegon Akhirnya Izinkan CFD Dibuka Kembali

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akhirnya memberikan kesempatan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Car Free Day (CFD) untuk beraktivitas kembali. CFD akan dibuka pada Minggu, 20 Juni 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin mengatakan, dibuka kembalinya CFD berdasarkan hasil rapat Ekspose CFD di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Kamis (10/6/2021). Keputusan dalam rapat itu diambil juga hasil pembicaraan bersama Himpinan Peguron Persilatan Banten (HPPB) dan Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon).

Namun kata Maman, Pemkot sebelum CFD dibuka perlu mengevaluasi terlebih dahulu. Karena masih upaya lebih lanjut yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya terkait permintaan PT Krakatau Steel agar dalam CFD disediakan jalur olahraga.

“CFD dibuka kembali pada 20 Juni 2021. Tetap kita (Pemkot) evaluasi sebelum CFD ini dibuka kembali. Evaluasi yang kami lakukan salah satunya penataan tata letak pedagang dan pintu masuk di lokasi tersebut. Karena dari pihak PT Krakatau Steel (KS) mereka meminta ada jalur untuk berolahraga. Dari hasil evaluasi tersebut akan disimpulkan apakah CFD diizinkan dibuka atau tidak,” Sekda kepada awak media di Pemkot Cilegon.

Pertimbangan lain, juga kata kandung Mantan Walikota Cilegon, KS meminta saat CFD dibuka bisa memperhatikan protokol kesehatan. Karena mereka khawatir jika proses tidak di kedepankan maka warga yang tinggal di Perumahan KS ini rentan tertular Covid-19.

“Mereka (KS) khawatir dengan kondisi Cilegon yang saat ini zona oranye, warga yang tinggal di perumahan KS tertular virus corona. Tetapi, kita tetap menyakinkan pihak KS jika pelaksanaan CFD ini sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes). Yang jelas, kami minta protokol kesehatan (prokes) diutamakan jika ingin CFD ini dibuka,” lanjut Maman.

Senada dengan Maman, Sekretaris Disperindag Cilegon, Bayu Pratanagama menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh para pedagang jika CFD dibuka. Di mana, saran yang disampaikan Walikota Cilegon, Helldy Agustian, agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan namun tetap mengendepankan protokol kesehatan.

“Dua hal ini harus benar-benar dilakukan. Apabila CFD ini benar dibuka, otomatis akam menjadi barometer percontohan untuk wilayah lain. Dan pembahasan ini pun sudah dibahas di legislatif maupun eksekutif,” ujar Bayu.

Terpisah, Pengelola CFD HPPB Bambang Andriyanto menyatakan, pihaknya beserta pengelola CFD Pawon dan pedagang lainnya bersedia untuk mempersiapkan kebutuhan yang diminta oleh Pemkot Cilegon yang sesuai dengan prokes.

“Insya Allah kita sudah siap semua, prokes yang diminta dari kemarin juga sudah kita siapkan,” katanya.

“Yang paling inti sih di kita sudah kita penuhi semua, dari pedagang maupun pengelolanya. Kemarin sudah di verifikasi kalau yang untuk pengelola oleh BPBD (Cilegon) dan lolos semua, katanya sih 90 persen kita sudah bagus,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2