CIlLEGON, SSC – Direktur Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (Perumda Cilegon mandiri), Ihwan Kurniawan mengungkapkan, pihaknya masih terus berupaya untuk merealisasikan pekerjaan pembangunan pipa air permukaan di wilayah Grogol. Ia menyatakan, belum terlaksananya pekerjaan tersebut karena lelang yang ditenderkan dua kali gagal.
“Iyah benar sudah 2 kali gagal tender. Saya juga sudah sampaikan kondisi tersebut ke Pak Walikota (Robinsar,red) kalau timing-nya ga seluluasa kalau di triwulan I dan triwulan II. Tapi ini kan sudah masuk triwulan III. Kami berupaya di triwulan III proses lelang selesai, sehingga di akhir tahun kita sudah bisa memasang jalur perpipaan air di wilayah Kecamatan Pulomerak dan Grogol,” kata Ihwan Kurniawan kepada Selatsunda.com, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Minggu (24/8/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya pada Mei 2025 lalu sudah mengajukan lelang ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kota Cilegon. Namun dalam tahapan lelang itu gagal karena peserta dianggap belum memenuhi kualifikasi, memenuhi adminitrasi bahkan proses penawaran tidak sesuai.
Kemudian, di tahap kedua, pihaknya juga kembali mengajukan lelang ke Bagian Barjas pada Juli 2025 lalu, namun lelang Kembali gagal.
“Saya menghormati keputusan itu (Bagian Barjas Cilegon). Meskipun demikian, di tahap ketiga ini, kami mengajukan kembali lelang di minggu kemarin pipa ke Bagian Barjas Cilegon. Saya berharap, dengan proses 45 hari ini, sudah ditemukan pemenang tender sehingga proses pemasangan pipa bisa dikerjakan di tahun ini,” jelasnya.
Katanya, proyek pemasangan jalur perpiaan air di wilayah Kecamatan Pulomerak dan Grogol sepanjang 3,6 kilometer akan dilakukan tiga sekmen. Bilamana nanti pipa permukaan air terbangun, mampu melayani 3500 KK warga di Kecamatan Merak yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Karena ini masuk dalam RPJMD walikota dan wakil walikota, pak wali menyarankan pembangunan ini harus terus berjalan. Bahkan hingga pembangunan tahap ketiga yang rencanaya akan dikerjakan oleh DPUTR Cilegon,” ucapnya.
Pihaknya optimis, proyek pembangunan pipa air dapat terealisasi. Karena program tersebut masuk dalam RPJMD Kota Cilegon 2025-2029.
“Kami optimis semua bisa terealisasi. Karena penanganan krisis air bersih ini akan dimasukkan ke dalam RPJMD Kota Cilegon 2025-2029. Walikota pun mengarahkan ke Perumda Cilegon Mandiri untuk segera berdiskusi dengan OPD terkait,” harapnya. (Ully/Red)

