SERANG, SSC – Pemkot Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menjalin Nota Kesepakatan Beraama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kantor Bahasa Banten, Senin (7/9/2020). MoU ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat khususnya generasi muda dalam melestarikan bahasa Jawa Serang dalam muatan lokal dengan menggunakan Kamus Digital Bahasa Jawa Banten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, masyarakat khsususnya para pelajar dapat mengunduh aplikasi kamus digital Bahasa Jawa Banten tanpa harus membeli Kamus Bahasa Jawa.
“Bagi pelajar dan masyarakat yang akan menikmati aplikasi ini, cukup dengan download melalui play store secara gratis. Peserta didik tidak perlu beli buku lagi tinggal unduh aplikasi yang sudah ada. Jika anak-anak tidak mengerti kata-katanya bisa lihat aja di kamus, kalau lihat kamus cetak pusing bisa lewat aplikasi, lebih cepat, bukan? Mau cari apa tinggal ketik dan ada, nggak perlu buka-buka halaman,” katanya.
Ia menjelaskan, Kantor Bahasa juga akan memperbaiki kosakata salah dengan menggunakan kamus digital yang ada.
“Kebetulan para pegawai kami juga ada yang konsen pada Bahasa Jawa Serang, selain bagian SD, ada pengawas atau penulis bahasa Jawa Banten,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Bahasa Banten, Halimi Hadibrata memaparkan, pada kamus bahasa Jawa Banten ada 350 kata dihimpun oleh aplikasi tersebut. Dan sudah ada 3 ribu kosakata dari hasil penelitian.
“Ada 3 ribu kosa kata yang akan diinput ke aplikasi kamus, saat ini baru 350 kosa kata,” paparnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar Bahasa Jawa Serang ini bisa dilestarikan oleh masyarakat se-Provinsi Banten.
“Saya harap dengan kemunculan kamus digital bahasa Jawa Serang ini, mampu mengekspresikan budaya melalui kata-kata dan bahasa daerah itu sendiri,” harapnya.
Dalam hal ini, ia pun mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan bahasa Jawa Banten sebagai bentuk pelestarian budaya.
“Masyarakat harus berpartisipasi, sebab mereka bisa menyumbangkan kata-kata mana saja yang penting, dan harus dimasukan ke dalam kampus digital itu,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

