Gubuk reot, tempat tinggal pasangan kakek nenek, Misja (63) dan Marhamah (52) di Lingkungan Perumnas Ciracas, RT  04 RW 11, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (5/10/2021). Foto Deri Ranggani/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pasangan suami istri di Kota Serang, Misja (63) dan Marhamah (52) hidup penuh dengan keprihatinan. Kakek dan nenek yang merupakan warga Lingkungan Perumnas Ciracas, RT  04 RW 11, Kecamatan Serang hidup di gubuk reot yang dibangun dari kumpulan kayu bekas bangunan. Bahkan selama bertahun-tahun, pasangan yang tinggal di rumah tak layak huni diatas tanah wakaf ini hidup tanpa jamban alias tidak memiliki sarana mandi, cuci, kakus.

Sang kakek, Misja menceritakan kisah pilunya bersama sang istri tercinta. Ia mengaku sangat menderita dengan hidup di dalam gubuk. Terlebih saat hujan turun selalu basah kuyup terkena tetesan air.

“Kalau turun hujan, pasti selalu kena tetesan air dan basah kuyup,” ujarnya ditemui Selatsunda.com di rumahnya, Selasa (5/10/2021).

Baca juga  Laka Truk Tangki Kimia dengan Bus Penumpang di Tol Merak, Satu Penumpang Tewas

Diusianya yang sudah renta, Misja mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk mencari penghasilan. Dia mengaku tidak bisa lagi bekerja seperti dahulu muda. Dia dan sang istri hanya mengandalkan penghasilan dari menjual singkong, beternak bebek dan ayam. Meski terkadang tidak sering menjadi kuli bangunan bila ada yang mengajak.

Selamat hidup, kata Misja, penghasilannya dari menjual singkong dan ternak tidak menentu. Hasil jualan hanya bisa untuk beli kebutuhan ala kadarnya bahkan dirasa kurang setiap harinya.

“Hanya nunggu jual singkong, 1 tahun baru bisa panen. Kalau bebek dan ayam paling laku satunya 50 ribu. Itu juga paling buat beli beras, besoknya mikir lagi bisa makan dari mana,” terangnya.

Baca juga  Walikota Helldy Nilai Bantuan UEP untuk KUBE di 8 Kecamatan Belum Merata

Sementara, Ketua RT 04, Muhaemin membenarkan Misja hidup di tanah wakaf selama tiga tahun belakangan. Selama ini, pasangan kakek nenek itu hidup di gubuk ala kadarnya.

Ia berharap, ada perhatian dari pemerintah setempat untuk peduli akan nasib warganya itu. Bilamana ada dermawan yang tergerak mengulurkan tangan, ia sangat berterima kasih.

‘’Pak Misja belum dapat bantuan dari pemerintah. Selama ini kalau ada sumbangan dari orang, selalu saya berikan bantuan,” ujarnya. (SSC-04/Red)