
CILEGON, SSC – Upaya mitigasi bencana terutama terkait bencana banjir yang belum lama terjadi di Cilegon, terus dilakukan Pemerintah Daerah. Hari ini, Kamis (15/1/2026), upaya tersebut dilakukan dengan melakukan penanaman sejuta bibit pohon di lokasi eks tambang di beberapa wilayah kecamatan.
Dalam kegiatan itu, hadir Walikota Cilegon Robinsar, Forkopimda serta industri.
Walikota Robinsar mengatakan, penanaman pohon dilakukan untuk mengurangi polusi udara dan mitigasi bencana.
“Ini program Pemkot Cilegon, kita menginisiasi penanaman sejuta pohon dalam rangka mengendalikan polusi dan juga kebencanaan. Kita sama ketahui, Cilegon kota industri, perlu sejumlah solusinya tinggi. Makanya ini dilakukan kita semua dan juga mitigasi banjir,” ujar kepada awak media, Kamis (15/1/2026).
Robinsar menyatakan, pihaknya menginginkan penanaman pohon di bekas pertambangan itu dapat kembali hijau. Karena awalnya, area-area tersebut banyak pohon namun karena tambang dieksploitasi, tidak ada reboisasi.
“Eks tambang itu, area yang rata-rata yang awalnya area hijau, diekploitasi akhirnya kebanyakan tambang tidak menutup atau kegiatan reklamasi kembali atau reboisasi,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot bersama dengan forkopimda akan mengawasi aktivitas pertambangan. Tambang yang aktif harus melakukan reboisasi. Jika sebaliknya maka akan diperikan surat peringatan.
“Kedepan Pak Sekda (Aziz Setia Ade), Forkopimda, semua, kita lihat nanti pertambangan. Jadi tambang yang masih aktif, kalau masih ada area disekitarnya harus sudah reboisasi, kita akan surati dan tegur juga,” terangnya.
Untuk jenis pohon yang ditanam, sambung Robinsar, merupakan pohon yang memiliki daya serap air tinggi dan mampu menahan struktur tanah. Seperti Sengon, Jati, Mahoni, Beringin, dan Ketapang.
Selain upaya penghijauan (non-teknis), politisi Partai Golkar ini pun mengungkapkan, Pemkot Cilegon bergerak cepat secara teknis dengan menggandeng Pemerintah Pusat. Melalui koordinasi dengan Menko Infrastruktur, BPJN, dan BBWS, Cilegon mendapatkan dukungan penuh untuk percepatan penanganan banjir.
“Alhamdulillah, langkah konkret sudah tersambung dengan pusat. Tahun ini akan segera diimplementasikan, mulai dari modifikasi struktur bagi untuk kali, sungai, hingga pelebaran drainase di sepanjang jalan nasional,” jelasnya.
Mantan Ketua PSSI Kota Cilegon ini pun menyatakan, saat ini pihaknya juga tengah menyusun roadmap (peta jalan) penanganan jalur air dan mitigasi banjir masa depan. Meski saat ini fokus utama berada pada titik-titik rawan banjir yang tersebar di seluruh Cilegon, Pemkot mengakui masih terkendala data detail mengenai lahan tambang karena kewenangan izin berada di tingkat provinsi.
“Kami memang belum memiliki data detail eks tambang karena izinnya dari Provinsi. Namun, kami akan segera berkomunikasi dengan pihak Provinsi untuk sinkronisasi data tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)




