Pengurus MUI dan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menyatakan sikap menolak tindakan demo anarkis, Kamis(22/10/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh masyarakat Kecamatan Grogol, mengimbau kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi di depan umum untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan santun.

Ketua MUI Kecamatan Grogol, Ikhwanul Muslimin menyatakan itu menyikapi maraknya aksi demonstrasi Omnibus Law.

Pada dasarnya, kata dia, setiap manusia mempunyai hak asasi dalam menyampaikan pendapat terlebih belakangan terjadi terkait demo penolakan UU Omnibus Law Ciptaker. Namun, dalam menyampaikan pendapat ada batasan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Diantaranya tidak anarkis dan bahkan sampai merusak fasilitas umum (fasum).

“Dari MUI se-Kota Cilegon hingga MUI Kecamatan Grogol sudah pernah menghimbau kepada masyarakat agar tetap santun dalam menyampaikan aspirasi tentang UU Omnibus Law Ciptaker. Negara kita ini merupakan negada hukum dan punya aturan. Ada batas-batas yang musti dipatuhi oleh mereka saat demonstrasi. Salah satunya tetap santun, jangan anarkis dan jangan menganggu ketertiban umum dan fasilitas umum yang ada,” kata Ikhwanul kepada awak media ditemui di rumahnya, Kamis (22/10/2020).

Baca juga  Pelantikan Sekda Kota Serang Tunggu Persetujuan KASN

Lanjut Ikhwanul, pengurus MUI Kecamatan Grogol dan seluruh pengurus MUI Kota Cilegon sejak sebulan lalu telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang himbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Hal itu disampaikan agar tidak merugikan masyarakat.

“Kami (MUI Kecamatan Grogol,red) telah berkoordinasikan dengan seluruh pengurus MUI se-Kota Cilegon dan sudah keluarkan SE tentang antisipasi terprovokasi dan hal-hal yang tidak diinginkan sejak 1 bulan lalu. Saya berharap, Cilegok aman, nyaman dan damai,” lanjutnya.

Senada dengan Ikhwanul, Tokoh Masyarakat Kecamatan Grogol, Hadari mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari hal-hal yang merugikan seluruh masyarakat.

“Yang sifatnya merugikan itu sudah jelas tidak cocok. Saling menasehati satu dengan yang lain untuk kebaikan. Yang penting kita bersaudara dan saling menebarkan kebaikan dengan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Ully/Red)