Suasana kendaraan terparkir di gerbang UIN SMH Banten, Jumat (9/10/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Gerbang Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten ditutup pasca bentok mahasiswa-polisi saat kejadian demonstrasi menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja di dempan kampus, Selasa (6/10/2020) lalu. Pasalnya penutupan gerbang dilakukan menyusul adanya isu demo susulan.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, terlihat kendaraan baik kendaraan roda dua dan roda empat menumpuk di depan pagar kampus. Sekuriti yang ada dilokasi tampal menutup pagar memperketat masuknya pengunjung ke dalam kampus.

Tampak mahasiswa yang hendak masuk ditanya maksud keperluan ke kampus oleh satpam yang berjaga.

Salah satu Satpam UIN SMH Banten, Hadi Ismail menjelaskan, penutupan gerbang kampus atas instruksi Wakil Rektor III, Wawan Wahyudin. Ia menyebut, langkah ini di ambil pihak kampus untuk mengantisipasi adanya isu aksi demonstrasi susulan.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Saya hanya menjalankan perintah dari Wakil Rektor III, pak Wawan, takutnya ada demo lagi kaya kemarin,” kata Hadi seraya menunjukan pesan singkat grup whatsapp, di depan UIN SMH Banten, Jumat (9/10/2020).

Disinggung terkait kapan berakhir pengetatan pintu masuk, lanjut Hadi, dirinya pun tidak dapat menjelaskan secara detail.  Kewenangan itu, kata dia, ada di pihak kampus.

“Saya tidak tahu sampai kapannya, bagaimana instruksi saja,” lanjutnya.

Sementara itu, hingga pukul 16:00 WIB Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin belum bisa memberikan tanggapan. Dirinya beralasan masih melangsungkan rapat dan tidak bisa memberikan jawaban.

“Oh iya, saya masih rapat ya,” pungkasnya. (SSC-03/Red)