Mantan Kadis DPTR Cilegon, Nana Sulaksana dan dua tersangka lainnya ditahan oleh Kejari Cilegon, Jumat (9/10/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi akhirnya buka suara soal mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon, Nana Sulaksana yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon Tahun 2013.

Orang nomor satu di Cilegon ini mengaku cukup prihatin dengan kasus hukum yang dialami oleh mantan Kadis PUPR Cilegon tersebut.

“Pertama saya cukup prihatin dengan kasus hukum yang dialami oleh Mantan Kadis PUPR Nana Sulaksana. Saya sudah berkoordinasi dengan Sekrertaris Korpri Kota Cilegon Wawan Dahlan dan Kepala Inspektorat Cilegon Epud Saefudin apakah Pak Nana dapat bantuan hukum dari pemerintah? Apakah ada aturannya jika sudah pensiun dapat bantuan hukum dari pemerintah?,” kata Edi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepone genggamnya,” Jumat (9/10/2020).

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Lanjut Edi, saat ini pemerintah tengah mengkaji proses bantuan hukum yang akan diberikan oleh Pemkot Cilegon untuk mantan Kadis PUPR tersebut.

“Kayanya gak lama lah. Besok, Sabtu (10/10/2020) atau lusa, Senin (12/10/2020) sudah ada hasilnya,” lanjut Edi.

Pada pemberitaan sebelumnya, Tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon Tahun 2013 dijebloskan ke penjara.

Ketiga tersangka ini salah satunya adalah Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon, Nana Sulaksana. Selain Nana yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen (KUA PPK), dua tersangka lain yang diseret yakni Tb Dhony Sudrajat selaku sub konraktor dan Syachrul, selaku Kontraktor PT Respati Jaya Pratama.

Ketiga tersangka pada Jumat (9/10/2020), sebelum dijebloskan ke penjara menjalani pemeriksaan oleh jaksa penuntut umum di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon setelah berkas diserahkan dari jaksa penyidik Kejati Banten.

Baca juga  APBD Tahun 2021 Kota Serang Defisit 75 Miliar

Usai diperiksa, ketiganya langsung ditahan dan dibawa ke Rutan Kelas II Cilegon dengan menggunakan mobil tahanan pada sekitar pukul 14.40 WIB.

Ketiga tersangka tersangkut kasus korupsi dalam pembangunan JLS Cilegon  Tahun 2013 pada kegiatan pekerjaan peningkatan jalan lapis beton jalur kanan STA 5 + 917 sampai STA 8 + 667. Kasus JLS yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon dengan anggaran sebesar Rp 14,860 miliar menimbulkan kerugian negara Rp 1,3 miliar.

Diduga pekerjaan pembangunan JLS yang dilaksanakan oleh PT Respati Jaya Pratama dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi volume pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi berupa kekurangan volume pembesian dan lapisan CTB.(Ully/Red)