Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon tengah memadamkan kebakaran ilalang, Rabu (30/8/2023). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Warga Kota Cilegon Diimbau untuk mewaspadai kebakaran lahan mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Seksi Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Suroto mengatakan, kebakaran selama bulan Januari hingga Juli 2023 tercatat sebanyak 54 kejadian. Saat bulan Agustus ini pada musim kemarau ini tercatat kebakaran terjadi sudah lebih dari 10 kejadian.

Suroto menyatakan, dari jumlah kejadian tersebut mayoritas kebakaran terjadi pada lahan kering atau ilalang.

“Untuk bulan Agustus lebih dari 10 kejadian. Untuk bulan Agustus ada peningkatan, didominasi kebakaran ilalang,” ujar Suroto, Rabu (30/8/2023).

Suroto mengungkapkan, musim kemarau ini sangat mempengaruhi potensi terjadinya kebakaran. Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Panggung Rawi, pagi tadi, kebakaran yang diduga karena membuang puntung rokok cepat merembet ke lahan ilalang.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Sangat berpengaruh sekali, seperti informasi tadi di Kelurahan Panggung Rawi, informasinya kebakaran sedikit dari rokok, ujungnya menjalar ke (ilalang di dekat) jalan tol,” tuturnya.

Ia menerangkan, kebanyakan kebakaran pada musim kemarau terjadi karena kelalaian manusia atau human error. Di mana banyak masyarakat yang membakar sampah secara sembarangan.

“Kadang buang sampah, lalu dibakar, dia terlena, kemudian kena angin dan terkena obyek terbakar,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Ahmad Jubaedi mengimbau agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran saat musim kemarau. Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan kecamatan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Biasanya, kalau kita turun ke lapangan kalau bertemu aparat kelurahan dan kecamatan, kita berikan sosialisasi agar disampaikan ke masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran,” pungkasnya. (Ronald/Red)