CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyatakan jika seluruh Kantor OPD (Organisasi Perangkat Daerah) belum sepenuhnya terapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, K3 di setiap OPD terbilang belum lengkap atau bisa dikatakan kalah dengan pihak swasta.
“Bisa dikatakan, K3 kami (semua OPD) masih kalah dengan swasta. Di swasta itu K3-nya sangat bagus, juga sudah lengkap,” kata Sanuji kepada awak media disela-sela rapat teknis kegiatan latihan evakuasi bencana berpotensi tsunami dan kegagalan industri di pusat pemerintahan Kota Cilegon, di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Senin (23/5/2022).
Menurut Sanuji, penerapan K3 di setiap OPD sangat penting. Sebab, hal ini menyangkut soal keselamatan seluruh pegawai yang bekerja.
“Ini sangat penting, K3 harus disiapkan di seluruh OPD. Misalnya kalau ada yang terjebak di dalam lift saat berada di Gedung Graha Edi Praja, itu penanganannya bagaimana, seperti itulah,” ujar Sanuji.
Dengan melihat hal itu, pihaknya berencana akan menggelar simulasi bencana. Karena turut berkaitan dengan keselamatan pegawai.
“Output dari simulasi itu, untuk kepentingan K3. Mana nih yang kurang, nanti kami upgrade,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengatakan, leading sektor K3 berada di Dinkes Kota Cilegon. Karena itulah, Dinkes akan menyelenggarakan simulasi bencana alam nanti.
“Pada simulasi bencana alam ini, persoalan K3 yang akan menjadi sorotannya,” ucapnya. (Ully/Red)

