20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
BerandaPeristiwaOrang Tua di Cilegon Diimbau Lebih Ketat Awasi Anak Cegah Tawuran dan...

Orang Tua di Cilegon Diimbau Lebih Ketat Awasi Anak Cegah Tawuran dan Balap Liar

-

CILEGON, SSC – Orang tua di Kota Cilegon diimbau untuk mengawasi anak mereka khususnya saat malam hari agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif seperti, balap liar hingga tawuran.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Cilegon, IPTU Muhyidin mengatakan, pihaknya menilai saat ini masih banyak remaja yang kurang pengawasan orang tua. Sehingga anak mengalami perubahan yang luar biasa.

Menurutnya, dengan orang tua lebih protektif menjaga dan memantau perilaku anak, memungkinkan anak tidak melakukan perilaku seperti balap liar dan tawuran.

“Ya, itu balap liar, tawuran yang dilakukan oleh para pelajar itu kalau dari evaluasi saya pribadi ya, itu bukan murni kesalahan dari anak-anaknya pelakunya, tapi di situ ada kelalaian orang tua dalam melakukan pengawasan,” kata Muhyidin kepada Selatsunda.com, Belum lama ini ditulis Senin (6/10/2025).

Muhyidin menambahkan, tanggung jawab terhadap anak tidak hanya berada di tangan orang tua kandung, tetapi juga lingkungan pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting.

“Ya, kalau di rumah mungkin ibu bapak kandungnya. Kalau di sekolah, ibu bapak gurunya,” katanya.

Ia bahkan menyebutkan bahwa polisi pun memiliki peran moral sebagai “orang tua kedua” bagi anak-anak yang berada di luar lingkungan keluarga dan sekolah. “Kalau di luaran itu ya mungkin saya, polisi ya, samakan satu, apa itu salah satu orang tuanya juga,” ujarnya.

Ia menekankan perilaku tawuran dan balap liar tidak muncul secara tiba-tiba. Aktivitas ini umumnya terjadi di luar jam sekolah dan di tempat-tempat yang jauh dari pengawasan orang tua.

“Nggak ada yang tawuran di depan kelas, apalagi tawuran di dalam kelas, nggak ada yang tawuran di dalam rumah, di dalam kamar. Pasti di luar, jadi ya, kalau anaknya mau keluar dengan jam-jam lewat jam yang wajar, ya ditanya mau ke mana,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa remaja sering kali berkeliaran di jalanan pada larut malam, tanpa alasan yang jelas dan tanpa pengawasan orang tua.

“Karena sering kita menemukan anak-anak pelajar jam 2 malam, jam 3 malam masih di jalanan, dengan alasan mereka hanya nongkrong-nongkrong aja,” katanya.

Muhyidin menilai, perilaku seperti itu sudah tidak wajar, mengingat anak-anak seharusnya beristirahat dan mempersiapkan diri untuk sekolah keesokan harinya.

“Gak wajar lah anak-anak segitu nongkrong, besoknya kan mau sekolah,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan para orang tua agar lebih protektif dan proaktif dalam memantau aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Perhatian kecil, seperti menanyakan ke mana anak pergi atau dengan siapa mereka bergaul, bisa menjadi langkah awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, Muhyidin juga mendorong pihak sekolah agar memperkuat komunikasi dengan orang tua dan kepolisian dalam upaya bersama membentuk karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab.

Menurutnya, pendidikan moral dan pengawasan sosial harus berjalan beriringan untuk menekan angka kenakalan remaja di Kota Cilegon. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

Ia berharap kasus tawuran dan balap liar di kalangan pelajar dapat diminimalisir. (Ully/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2