CILEGON, SSC – Ditengah kondisi pademi Covid-19 (Virus Corona) yang masih terjadi, BPKAD Kota Cilegon mengklaim jika kasda (kas daerah) di Pemkot Cilegon tak bermasalah. Saat ini kondisi kas daerah berada di posisi Rp 221 miliar dengan rincian anggaran kas daerah senilai Rp 21 miliar dan anggaran kas deposito Rp 200 miliar.
Hal ini terungkap dari rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar oleh BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) dengan Komisi III DPRD Kota Cilegon, siang tadi.
Kepala BPKAD Kota Cilegon Maman Mauludin dalam pernyataannya mengatakan, kas daeranh dengan kondisi Covid-19 virus corona justru tidak berpengaruh signifikan.
“Kas daerah masih aman ditengah kondisi pademi. Untuk belanja langsung dan tak langsung masih aman dan terkendali. Saat ini kondisi keuangan belum terjadi masalah apapun,” kata Maman.
Meski demikian, lanjut Maman, salah satu kondisi terberat pemerintah saat ini malah menyangkut pendapatan dari sektor pajak yang mengalami penurunan.
“Sektor pajak yang terjadi penurunan pendapatan. Meski dari sektor pajak terjadi penurunan pendapatan, itu tidak Jadi masalah. Karena, keuangan tersebut bisa ditutup dengan potensi pendapatan di sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ),” paparnya.
Menurut adik Walikota Cilegon, Edi Ariadi ini kas daerah tidak berpengaruh meski potensi pendapatan sektor pajak terjadi penurunan. Sebab, pendapatan tersebut telah dibantu dari sektor PPJ dan dari pendapatan pajak penerangan dari non-PLN.
“Karena keberadaan sejumlah industri yang memiliki power plant. Dari data yang kami miliki di Mei lalu, realisasi PPJ telah mencapai Rp60 miliar. Ini meningkat dibandingkan 2019 di bulan yang sama, yakni Rp56 miliar,” ujar Maman.
Maman menerangkan, anggaran refocusing terserap 20 persen dari Rp74 miliar. Sementara anggaran belanja pegawai terserap lancar.
“Semoga saja di kondisi saat ini, anggaran yang ada dari anggaran refocusing tidak digunakan untuk apapun dan bisa tersimpan cukup aman,” harapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi imbas dari pademi covid-19, kondisi keuangan di Pemkot Cilegon mengalami penurunan anggaran yang cukup tinggi.
“Info yang kami dengar, di daerah lain sudah deficit. Untungnya di Cilegon aman,” katanya. (Ully/Red)

