Ketua DPP PAN Yandri Susanto diwawancarai awak media usai menghadiri acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (30/8/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Lumbung suara Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Prabowo dan Sandiaga Uno di Banten diklaim akan melampaui suara Pasangan Calon, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Ketua DPP PAN Yandri Susanto kepada wartawan usai menghadiri acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (30/8/2018).

Lebih jauh Yandri mengakui, majunya Ma’ruf sebagai cawapres Jokowi mempengaruhi suara Prabowo-Sandiaga di Banten namun tidak begitu signifikan.

“Kalau di Banten insya Allah Prabowo menang. Kalau kemarin 68 persen, sekarang mungkin 65 atau minimal 60 persen,” ungkapnya.

“Ya itu tadi, karena ada Pak Ma’ruf Amin. Karena ada beberapa yang tergerus, tetapi intinya Banten insya Allah menang,” tambahnya.

Yandri menyatakan, sejauh ini hubungan PAN dengan Ma’ruf Amin terjalin baik sekalipun berpasangan dengan Jokowi. Namun pada pilpres ini, PAN sebagai partai pengusung berkewajiban untuk memenangkan paslon Prabowo – Sandiaga.

“Kita dengan pak Ma’ruf baik, tapi kita kan bukan mau ganti wakil presiden, tapi kita mau ganti presiden,” tandas yandri yang juga Anggota DPR RI ini.

Disinggung sudah adakah pembentukan tim pemenangan, kata Yandri, saat ini masih digodok dan berproses di KPU Pusat. Bilamana telah terbentuk maka segera akan diteruskan dari Pusat hingga ke akar rumput.

“Secara struktur kita belum. Karena juga di Pusat kemarin, sementara sedang dimasukan ke KPU. Sekarang sedang tahap perbaikan. Nah Setelah nanti ditingkat nasional sudah ada, baru kita definitifkan juga tingkat provinsi, kabupeten kota dan tingkat desa,” terangnya.

Ia berharap, agar dua kubu yang berbeda pilihan dapat melangsungkan pilpres dengan sejuk. Jangan sampai karena terdapat berbeda terjadi perpecahan. Ia juga meminta agar TNI dan Polri dapat bersikap Netral agar kontentasi pilpres berjalan damai.

“Perbedaan adalah sesuatu yang biasa. Tidak perlu dengan adu fisik, adu gagasan boleh. Jangan bawa unsur SARA. Kemudian jangan merasa benar sendiri, yang lain salah terus, itu ngga boleh juga. Yang paling penting, menurut saya polisi dan tentara harus netral,” harapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here