20.1 C
New York
Senin, Mei 4, 2026
BerandaPeristiwaPasca Banjir, Alat Berat Belum Sentuh Kawasan Terdampak Desa Sajira Mekar

Pasca Banjir, Alat Berat Belum Sentuh Kawasan Terdampak Desa Sajira Mekar

-

LEBAK, SSC – Warga di Desa Sajira Mekar mengeluhkan belum adanya bantuan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Lebak membersihkan puing-puing pasca terjadinya bencana banjir bandang, pekan lalu.

Salah satu warga setempat, Jajang Nurjaman mengatakan, lumpur dan puing-puing pasca banjir masih sulit dibersihkan karena warga hanya mengandalkan alat seadanya. Untuk membersihkannya, warga membutuhkan alat berat seperti beko dan sarana pengangkut dump truck.

“Belum ada, padahal akses memungkinkan masuk kesini, tapi belum ada aja” kata Jajang di lokasi, Senin (6/1/2020).

Barang-barang warga di Desa Sajira Mekar pasca diterjang banjir bandang

Katanya, alat yang ada saat ini seperti kendaraan pikap belum mampu mengangkut lumpur dan puing secara maksimal.

“Kalau hanya mengandalkan losbak-losbak milik warga itu lambat, buktinya sampai hari ini paling hanya dikisaran 20 persen saja sampah, puing dan lumpur terangkut,” sambungnya.

Menurut Jajang, bantuan alat berat sangatlah dibutuhkan cepat. Karena jika mengandalkan sarana seadanya, proses pembersihan akan memakan waktu cukup lama hingga berbulan-bulan.

“Sekarang kalau hanya mengandalkan tenaga, masyarakat juga kan kelelahan, tenaga banyak yang terkuras, dan itu memang wajar sebab sampah puing serta lumpur lumayan banyak sekali,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dapat bertindak cepat. Bila Pemkab Lebak kesulitan diharapkan juga dapat mengajukan bantuan ke Pemprov Banten agar masalah cepat tertangani.

“Pemerintah harusnya mampu memetakan mana wilayah terdampak dan tidak, kalau itu terpetakan kan mudah daerah mana saja yang harus di kasih alat-alat tersebut. Kalau pemda tidak punya alat itu kan bisa minta bantuan ke pemprov atau sekalian ke pusat,” pungkasnya. (MG-01)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2