20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Pemerintahan Pasca Banjir, Volume Sampah di Kota Cilegon Meningkat Hingga 15 Persen

Pasca Banjir, Volume Sampah di Kota Cilegon Meningkat Hingga 15 Persen

0
492
Truk DLH Kota Cilegon mengangkut sampah yang menumpuk di wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Belum lama ini. (Foto Ist)

CILEGON, SSC – Volume sampah di Kota Cilegon pasca kejadian banjir, beberapa waktu lalu mengalami peningkatan. Volume sampah meningkat hingga 15 persen dibanding hari biasanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Wahyudin mengatakan, volume sampah mengalami peningkatan karena sampah banyak menumpuk setelah banjir.  

“Sudah pasti meningkat. Jadi yang meningkat di daerah tertentu, yang terkena banjir, volume sampahnya meningkat,” ujar Sabri, Rabu (11/3/2026).

Volume sampah yang mengalami peningkatan terdapat di sejumlah wilayah di Cilegon. Wilayah itu di antaranya Kecamatan Cibeber, Jombang, Purwakarta dan Grogol. Sampah yang volumenya meningkat salah satunya di perumahan atau pemukiman.

“Seperti di Cibeber, Perumahan Metro, kemudian lapangan golf di Jalan Sumampir, kemudian juga di Gerem. Itu volumenya meningkat,” tuturnya.

Selain di wilayah perumahan atau pemukiman, sampah juga meningkat di area sungai atau kali.

“Kemudian kalau yang sungai itu Cibeber, Nyi Kambang, Metro, nah itu yang kemarin kita lihat prediksi meningkat juga jumlah sampahnya,” tuturnya.

Area yang banyak ditemukan sampah adalah di kali atau sungai.

“Yang banyak yang di sungai. Kemarin ketemu kasur, kemudian ada juga kulkas, ada juga lemari. Di Gerem juga ada kursi. Ada juga tebangan pohon pisang, ada juga ranting-ranting juga banyak,” ucap Sabri.

Normalnya, kata Sabri, sampah yang diangkut setiap harinya kurang lebih 310 ton. Namun saat ini pasca banjir volume sampah mengalami kenaikan.

“Normalnya itu yang masuk ke TPA itu, 310 ton perharinya. Ada peningkatan sekitar 10 sampai 15 persen,”  bebernya.

Untuk mengatasi volume sampah yang meningkat, DLH menurunkan armada truk pengangkut sampah. Truk diturunkan di lokasi yang diproritaskan penuh sampah untuk diangkat dan dibawa ke TPA.

“Kami langsung turunkan truk. Kalau yang rutin itu, Nyi Kambang, Kedaleman. Yang meningkat juga di Sungai Kranggot,” pungkasnya.  (Ronald/Red)