SERANG, SSC – Pasca bencana Tsunami yang terjadi sejak, Sabtu (23/12/2018) dini hari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 611 rumah rusak berat. Dan 69 unit hotel/vila rusak, 60 warung toko rusak dan 420 perahu rusak berat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ratusan rumah yang rusak berat akibat bencana ini terdiri dari 5 kabupaten di Banten dan Lampung. Yakni, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tangganus dan Pesawaran.
“Wilayah 5 titik di Banten maupun Lampung, yang palinh parah kerusakan ya terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang mengingat daerah tersebut yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain,” kata Sutopo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatshappnya,” Senin (24/12/2018)
Ia menyatakan, dari hasil data yang dimiliki kemungkinan korban jiwa akan bertambah mengingat belum seluruhnya berhasil didata. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas.
“Untuk evakuasi dan pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan Tsunami. Pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian didirikan di beberapa tempat. Bantuan logistik terus disalurkan.
Untuk alat evakuasi, Sutopo memaparkan, sebanyak 7 unit excavator, 12 unit dump truck, 2 unit loader dikerahkan. Dalam mobilisasi ke lokasi bencana diturunkan 1 unit excavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton, dan 4 dump truck.
“Panjang dan luasnya daerah terdampak masih diperlukan tambahan alat berat dan personil untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban,” pungkasnya. (Ully/Red)

