Direktur Utama, Elvyn G Masassya bertemu dengan Presiden Direktur PT Nugra Santana,Ponco Sutowo di Kantor Pusat Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta membahas rencana kerja sama pengoperasian Pelabuhan Bojonegara, Senin (23/12/2019). Foto Dokumen Pelindo II

JAKARTA, SSC – Jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mengadakan pertemuan dengan Direksi PT Nugra Santana membahas rencana kerja sama pengoperasian Pelabuhan Bojonegara yang ada di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Pusat Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/12/2019) dihadiri jajaran Direksi IPC dalam hal ini yang hadir adalah Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya, Direktur Komersial, Arif Suhartono dan Direktur SDM dan Hukum, Rizal Ariansyah dengan didampingi oleh GM IPC Cabang Banten, Agus Hendrianto dan DGM Komersial IPC Cabang Banten, Hadi Nurmayadi. Dari pihak PT Nugra Santana dihadiri oleh Presiden Direktur, Ponco Sutowo dan Indraguna Sutowo sebagai Direktur.

Jajaran Direksi PT Pelindo II dan PT Nugraha Santara turut menghadiri pertemuan pembahasan rencana kerja sama pengoperasian Pelabuhan Bojonegara

Dalam pertemuan tersebut telah dibahas rencana kerja sama pengoperasian lahan di Kawasan Bojonegara antara IPC dengan PT Nugra Santana yang sekaligus mengakhiri permasalahan kepemilikan lahan di lokasi tersebut yang sudah berlangsung kurang lebih 25 tahun lamanya.

“Pak Dirut Elvyn Masassya dan Pak Ponco Sutowo sudah bertemu. Kita mengharapkan Pelabuhan Bojonegara bisa beroperasi. Prinsipnya kita berencana untuk berkolaborasi,” ujar GM IPC Cabang Banten, Agus Hendrianto dikonfirmasi, Selasa (24/12/2019).

Lokasi Pelabuhan Bojonegara yang akan dioperasikan PT Pelindo II dan PT Nugra Santana

Terobosan yang dilakukan oleh kedua perusahaan ini, papar Agus, akan memberikan harapan kedepan sehingga lokasi yang selama ini dalam sengketa kepemilikan tersebut akan berubah menjadi lokasi yang memberikan nilai tambah secara ekonomis. Untuk kemudian juga dapat memberikan manfaat bagi negara, daerah dan masyarakat luas, lalu harapan lainnya juga dengan kolaborasi ini akan dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif di lapangan.

“Ini pertemuan penyamaan persepsi. Kita sepakat mengakiri dispute-nya. Nanti kedepan akan ada tahapan. kita kan BUMN harus mengikuti ketentuan dan regulasinya. Karena ini aset negara akan ada beberapa tahapan,” papar Agus.

Selain tentunya dengan rencana kerja sama ini, maka Pelabuhan Bojonegara yang sejak tahun 1995, kurang lebih 25 tahun yang lalu direncanakan untuk dibangun Pelabuhan dapat segera dioperasikan. Dengan tahap awal memanfaatkan dermaga sepanjang 100 Meter yang saat ini sudah ada untuk digunakan bagi kapal-kapal pengangkut barang curah kering dan barang lainnya.

“Nantinya pak Dirut dan pak Ponco akan bersama-sama menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) didampingi oleh BPN dan kemudian kita akan membentuk tim untuk mengkaji dan mempelajari potensi yang ada disana. Sambil menunggu konsep besarnya, Pelabuhan Bojonegara akan kita operasikan secara sederhana dahulu karena disana sudah ada dermaga 100 meter,” harapnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here