20.1 C
New York
Selasa, April 21, 2026
BerandaPeristiwaPemilu 2019 Telan Korban, Mahasiswa  Demo KPU Cilegon

Pemilu 2019 Telan Korban, Mahasiswa  Demo KPU Cilegon

-

CILEGON, SSC – Sejumlah mahasiswa yang tergambung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Cilegon melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilegon, Selasa (21/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Para pendemo memdesak agar penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) mengevaluasi sistem pemilu 2019 karena banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Ketua Kammi Cilegon, Ammar Abu Dzar menyatakan, penyelenggaraan pemilu 2019 ini banyak menelan korban. Khususnya banyak diantara petugas KPPS meninggal dunia, akibat faktor kelelahan saat melakukan penghitungan suara. Untuk itu, para demonstran meminta agar KPU Pusat segera mengevaluasi seluruh regulasi perencanaan, organisasi, rekrutmen, pelatihan, hingga dukungan dan fasilitas untuk anggota KPPS saat menjalankan tugas.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Dan kami mendesak agar KPU RI segera membenahi sistem Pemilu perlu dilakukan secepatnya.m. Setelah pemerintahan baru terpilih dan DPR RI sudah mulai membuat agenda, sehingga 2021 bisa lahir aturan baru yang lebih baik. maka dari itu, mendesak pemerintah melahirkan pemilu yang lebih baik,” kata Ammar.

Berdasarkan data yang diterima Kammi  Cilegon dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 11.239 orang petugas KPPS di hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami sakit dan 527 diantaranya meninggal dunia.

“Para korban petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah agar penyelenggaran pemilu dapat lebih baik,” tandasnya.

Ia berharap, KPU RI secepatnya merevisi penyelenggaran pemilu sehingga pemilu kedepan dapat berjalan dengan baik bahkan tidak menelan banyak korban atas penyelenggaraan pemilu kedepan. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini