20.1 C
New York
Minggu, April 19, 2026
BerandaPemerintahanPemkot Cilegon Akan Kolaborasi dengan Perbankan-Industri, Rehab 500 Rumah Tidak Layak Huni...

Pemkot Cilegon Akan Kolaborasi dengan Perbankan-Industri, Rehab 500 Rumah Tidak Layak Huni Setiap Tahun

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon berencana akan melakukan kolaborasi dengan perbankan dan juga industri untuk menangani persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Cilegon. Sedikitnya sampai saat ini ada sebanyak dua ribuan rumah warga yang tercatat oleh Pemkot Cilegon tergolong rumah tidak layak huni.

Walikota Cilegon, Robinsar mengatakan, masalah rutilahu adalah salah satu persoalan yang menjadi konsen Pemkot Cilegon. Karena saat turun ke masyarakat, Robinsar menyatakan, dia menemukan masih banyak yang tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.

Sebagai kepala daerah, ia pun menginginkan agar masyarakatnya dapat hidup layak dan nyaman.

“Itu jadi pekerjaan rumah kami, ketika saya turun ke masyarakat, banyak masyarakat yang hari ini tinggal di rumah dalam tanda kutip tidak layak. Itu menjadi tanggung jawab saya sebagai walikota, ingin memastikan agar semuanya minimal dapat agar hidup layak,” ujar Robinsar, Rabu (27/8/2025).

“Makanya komitmen kami, kami memastikan agar masyarakat Cilegon dapat hidup layak, nyaman ketika istirahat,” sambungnya.

Robinsar mengungkapkan, dia selama menjabat 4 tahun ke depan berkomitmen akan menyelesaikan persoalan itu.

Penanganan rutilahu, kata Robinsar, akan dilakukan dengan sebagian disokong lewat ABPD dan sebagian lain berkolaborasi dengan perbankan dan juga industri.

“Jadi intinya dalam waktu 4 tahun ke depan kami akan mencoba, terhadap dua ribu rumah tersebut, kami akan selesaikan dalam waktu 4 tahun. Polanya kami akan menggunakan APBD dan CSR industri,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, lanjutnya, Pemkot memperbaiki rutilahu sebanyak 30 unit rumah dengan APBD 2025 sebesar Rp 1,5 miliar.

Nanti setiap tahunnya dimulai di 2026, kata Robinsar, rumah tidak layak huni yang akan diperbaiki sebanyak kurang lebih 500 unit rumah.

Untuk 160 unit rutilahu akan diperbaiki lewat APBD sebesar Rp 5 miliar, sementara sisanya 340 unit akan diperbaiki lewat CSR perbankan dan industri.

“Kami anggarakan kurang lebih 5 miliar dari APBD, yang dibagi diangka Rp 30 juta per rumah. Dari Rp 5 Miliar itu, 160 rumah per tahun dari APBD. Nanti CSR juga akan kita libatkan, baik Bank BJB dan kita akan dorong sisanya sampai 500 oleh industri. Nanti kita dorong industri untuk terlibat langsung dalam pemenuhan rumah tidak layak huni,” ucap Politisi muda dari Partai Golkar itu.

Pihaknya dalam merealisasikan program penanganan rutilahu segera akan melayangkan surat ke perbankan dan industri.

Ia berharap, perbankan dan industri dapat berkolaborasi. Tidak hanya penanganan masalah rutilahu, tetapi juga diharapkan dapat membantu pemerintah menangani masalah lainnya. Terutama yang juga tengah menjadi konsen Pemkot di sektor pendidikan.

“Kita bersurat yang sifatnya itu, seperti CSR wajiblah. Kita akan dorong juga, penambahan ruang kelas, penambahan mebeler dan ini rutilahu, agar pemerintah dan industri bareng-bareng menyelesaikan persoalan di Cilegon,” harapnya. (Ronald/Red)

 

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.