20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
BerandaPeristiwaBPBD Cilegon Bakal Teken MoU dengan Industri Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi

BPBD Cilegon Bakal Teken MoU dengan Industri Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi

-

CILEGON, SSC – Kota Cilegon tergolong sebagai kota yang rentan dengan potensi bencana tsunami dan dampak ikutannya, bencana kegagalan teknologi. Untuk menyiapsiagakan penanggalungan potensi bencana itu, Pemkot Cilegon akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau Memorandum Of Understanding (MoU) dengan industri pada September 2025 mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi mengatakan, Kota Cilegon merupakan kota yang sangat rawan terkena potensi bencana baik gempa bumi, tsunami, banjir bahkan bencana kegagalan teknologi. Namun demikian, yang terbilang paling rawan adalah bencana banjir dan kegagalan teknologi industri.

Untuk menyiapsiagiakan penanggulangan bencana tersebut, Pemkot akan melakukan MoU dengan Industri. MoU itu akan dilakukan langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar.

“Rencananya, dalam menghadapi pteonsi bencana kegagalan teknologi ini, Pemkot Cilegon melalui Pak Walikota Cilegon akan melaksanakan MoU dengan industri di Kota Cilegon terkait bahaya ini,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Dari MoU itu, kata Suhendi kemudian akan ditindak lanjuti dalam perjanjian kerja sama (PKS). Dalam perjanjian, BPBD Cilegon akan mengelar simulasi penanganan bencana kepada industri.

“Setelah MoU, dilanjutkan juga PKS dengan BPBD Cilegon. Dari PKS ini, BPBD akan memberikan simulasi serta sosialisasi kepada pihak industri dalam melakukan penanganan seperti apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana kegagalan teknologi,” jelas Suhendi.

Mantan Sekretaris Dindik Cilegon menyampaikan kedepan pihak BPBD Provinsi Banten juga akan melakukan uji dokumen rencana kontijensi (renkon) kegagalan teknologi di Kota Cilegon.

“Nanti dari kami didampingi oleh BPBD Provinsi akan langsung menguji dan melakukan simulasi siapa bertindak sebagai apa dan apa yang harus dilakukan. Selain itu, kita juga akan mengetahui sarana dan prasarana yang diperlukan ketika terjadi kegagalan teknologi,” terang dia.

Sejauh ini, kata dia, BPBD Kota Cilegon masih terus melakukan sosialisasi kepada pihak industri dan masyarakat terkait risiko potensi bencana kegagalan teknologi tersebut.

“Kami (BPBD) akan terus memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada pihak industri akan bahaya bencana kegagalan teknologi jika terjadi,” pungkasnya. (Ully/Red)

 

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2