CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon di era kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon saat ini, Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo akan mengadakan ajang festifal budaya bertaraf internasional. Pemkot dalam menyemarakkan ajang budaya tersebut akan mengundang delegasi dari 4 negara dari Rusia, Bulgaria, Korea Selatan, dan India. Mereka tak hanya diundang namun juga tampil dalam ajang tersebut.
Diketahui, ajang yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon tersebut bertajuk Cilegon Fest and International Folk Art Festival 2025. Ajang itu akan digelar pada 9–11 Agustus 2025.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan Fest and International Folk Art Festival 2025 merupakan ajang bergengsi yang digelar di Kota Cilegon sebagai langkah pemerintah dalam memperkenalkan Kota Cilegon di kancah internasional. Pada tahap awal, Dindikbud telah melakukan audisi tari yang dilakukan pada awal Juli 2025 lalu kepada kelompok sanggar dan sekolah. Penari lokal terbaik akan dipilih untuk tampil bersama delegasi mancanegara.
“Besok akan ada audisi tari dari kelompok-kelompok sanggar maupun sekolah. Ini untuk menyaring penampil lokal yang akan tampil di Cilegon Fest and International Folk Art,” kata Heni kepada Selatsunda.com ditemui usai peresmian SMP 15 Kota Cilegon, Rabu (9/7/2025).
Menurut Heni, dengan kedatangan 4 negara ke Kota Cilegon ini menjadi suatu gebrakan agar negara bisa mengetahui sejarah Kota Cilegon. Acara akan diramaikan dengan pertunjukan tari tradisional dari lima negara, workshop seni, pawai budaya, dan gala dinner.
“Para penari dari luar negeri juga akan hadir ke sekolah-sekolah seperti SD dan SMP di Cilegon untuk menggelar workshop budaya. Ini untuk memperkenalkan budaya global kepada pelajar,” jelasnya.
Pawai budaya akan digelar pada 10 Agustus 2025, dimulai dari kawasan Transmart Cilegon hingga menuju Alun-alun Kota Cilegon, melewati sejumlah landmark kota. Sementara acara puncak akan digelar di panggung utama di Alun-alun Cilegon.
Heni menerangkan, Dindikbud Cilegon dalam melaksanakan ajang itu akan menggandeng CIOF Indonesia sebagai konsultan acara. CIOF merupakan bagian dari jaringan internasional di bawah naungan UNESCO yang bergerak dalam pelestarian budaya rakyat dunia.
Heni menambahkan, anggaran kegiatan bersumber dari APBD Kota Cilegon serta dukungan dari dunia industri. Beberapa perusahaan lokal telah diajak untuk berpartisipasi dalam mendukung suksesnya festival. (Ully/Red)

