Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon telah menggeluarkan aturan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 44 tahun 2021 tentang Perubahan atas peraturan Walikota Cilegon tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Dalam perwal, Pemkot Cilegon mematok retribusi pendapatan daerah (PAD) penebangan pohon sekitar Rp 30 ribu per kubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, penarikan retribusi angkut hasil penebangan pohon akan diberlakukan mulai pada Hari ini, Senin (16/10/2023).

“Hari ini sudah mulai berlaku retribusi angkut penebangan pohon. Nanti, mekanismenya, masyarakat yang mau menebang pohon, akan diberikan karcis dari koordinator LH. Dari koordinator ini, nantinya akan meminta alamat pelapor yang mau menebang pohon lalu nanti dari LH yang akan menebang,” kata Sabri kepada Selatsunda.com ditemui di salah satu hotel di Kota Cilegon, Senin (16/10/2023).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Sabri mengungkapkan, dampak positif Tim DLH Cilegon yang melakukan penebangan pohon, yakni, menghindari terjadi kebakaran lahan akibat pembakaran, sebagai sumber pendapatan daerah serta sebagai bahan baku BPJP di TPSA Bagendung.

“Yang kita ambil dampak positifnya. Yakni bahan baku BPJP,” tambah Sabri.

Menurut Sabri, saat ini kebutuhan BPJP di TPSA Bagendung baru mengelola 25 ton sampah dari target 30 ton.

“Meski penebangan pohon kita tarik retribusi, tapi kami tidak menargetkan besaran PAD-nya. Yang jelas ini kita memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat,” pungkas Sabri. (Ully/Red)